Cinta allah

"Ya Allah..... Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami
mengikuti yang benar itu.Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar
dan permudahkan kami meninggalkannya." Amin.

Selasa, Mac 08, 2011

Esok besday 2 anak abah


Alhamdulillah

espk 9hb march 2011 tarikh lahir 2 putera abah,,,
semoga putera abah menjadi anak yg soleh dan terbaik dunia dan akhirat amin...





Jangan pernah merasa MULIA dengan MEREMEHKAN orang lain. KEMULIAAN akan dimiliki oleh mereka yang RENDAH HATI

Tidaklah layak orang TAKUT pada resiko kritik sebab seseorang TIDAK AKAN HINA dan jatuh harga dirinya karena kritik




Tidak DINGGAP MULIA orang yang mengangkat diri dengan MENJATUHKAN ORANG LAIN



Seorang manusia tidak akan terampil MEMELIHARA LISANNYA kecuali dengan ILMU dan KESUNGGUHAN MELATIH DIRI untuk berkata BAIK dan BENAR atau DIAM




Kemuliaan seseorang tidak akan BERKURANG hanya karena dicaci, dimaki, di hina, dilecehkan dan disakiti orang lain. Karena letak KEMULIAAN kita adalah pada AKHLAK

Setiap pernyataan dan gerak gerik kita akan menentukan NILAI DIRI kita . Oleh karena itu lakukanlah hal yang terbaik yang dapat MENINGKATKAN KUALITAS DIRI KITA .

Sungguh bahagia apabila setiap manusia SALING BERLOMBA melayani, membantu dan menghormati dan membahagiakan SAUDARANYA




Kejatuhan kita di sisi manapun adalah kalau kita tidak sanggup serius MEMIMPIN DIRI KITA SENDIRI

Kalau kita tetap berjuang menegakkan keadilan , tidak akan berkurang kemuliaan kita walau dianiaya siapapun

KEMULIAAN itu terkait dengan KETAATAN , sementara KEHINAAN terkait dengan KEMAKSIATAN , Taat kepada Allah akan menghasilkan cahaya, kemuliaan, kebahagiaan dan ketersingkapan hijab dan petunjuk
Masih ingat dengan seorang sahabat Nabi yang tak dapat melihat? Yang karenanya Allah lalu menegur Nabi dan menurunkan surat "A'basa"? Ia adalah Abdullah bin Ummi Maktum Radiallahuanhu. Seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlhu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah.




Suatu ketika sahabat Nabi ini menghampiri baginda Rasulullah Saw. Ia hendak meminta izin, untuk tidak mengikuti jama'ah shubuh, karena tak ada yang menuntunnya menuju masjid. Setelah mendengar alasannya, baginda Rasulpun bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan?", Abdullah lantas menjawab: "Tentu baginda", "Kalau begitu tidak ada keringanan untukmu", tandas Rasul.




Layaknya hamba Allah yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perintahNya. Abdullahpun sam'an wa tho'atan atas apa yang diperintahkan Rasulullah Saw. Dengan mantap ia berazam untuk mendirikan jama'ah shubuh di masjid,sekalipun dirinya harus meraba-raba dengan tongkat untuk menuju sumber azan.





Keesokan harinya, tatkala fajar menjelang dan azan mulai berkumandang, Abdullah bin Ummi Maktumpun bergegas memenuhi panggilan Ilahi. Tak lama ketika ia mengayunkan kakinya beberapa langkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu, badannya lalu tersungkur jatuh, dan sebagian ongkahan batu itu tepat mengenai wajahnya, dengan seketika darahpun mengalir dari mukanya yang mulia.

Dengan cepat Abdullah kembali bangkit, sembari mengusap darah yang membasahi wajahnya, iapun dengan mantap akan kembali melanjutkan perjalanan menuju masjid. Selang beberapa saat, datang seorang sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya: "A'mmu (paman) hendak pergi kemana?". "Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi" jawab Abdullah tenang. Lalu laki-laki asing itu menawarkan jasanya, "Saya akan antarkan a'mmu ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah". Lelaki itupun segera menuntun Abdullah menuju rumah Allah, dan kemudian mengantarkannya kembali pulang.





Hal ini ternyata tidak hanya sekali dilakukan lelaki asing itu, tiap hari ia selalu menuntun Abdullah ke masjid dan kemudian mengantarkannya kembali ke rumah. Tentu saja Abdullah bin Ummi Maktum sangat gembira, karena ada orang yang dengan baik hati mengantarnya salat berjama'ah, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.



Hingga tibalah suatu saat, ia ingin tahu siapa nama lelaki yang selalu mengantarnya. Ia lalu menanyakan nama lelaki budiman itu. Namun spontan lelaki asing itu menjawab: "Apa yang paman inginkan dari namaku?", "Saya ingin berdo'a kepada Allah, atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan", jawab Abdullah. "Tidak usah" tegas lelaki itu. "Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku, dan jangan sekali-kali paman menanyai namaku" tegasnya. Abdullah terhentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, Iapun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi, sampai ia tahu betul siapa dan mengapa ia terus memandunya menuju masjid dan tidak mengharapkan balasan apapun.



Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia kemudian berkata: "Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. "Aku adalah Iblis" jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, "Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan salat?" Iblis itu kemudian menjawab: 


"Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanak salat shubuh berjama'ah, dirimu tersandung batu, lalu bongkahannya melukai wajahmu?". "Iya, aku ingat" jawab Abdullah. "Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain" jelas Iblis. "Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh lagi ketika berangkat ke Masjid"




Mendengar sumpah Abdullah, laki-laki itu kemudian berpikir panjang, ia kemudian berkata: "Baiklah akan aku katakan siapa diriku sebenarnya. "Aku adalah Iblis" jawabnya. Abdullah tersentak tak percaya, 


"Bagaimana mungkin engkau menuntunku ke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk mengerjakan salat?" Iblis itu kemudian menjawab: "Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanak salat shubuh berjama'ah, dirimu tersandung batu, 


lalu bongkahannya melukai wajahmu?". "Iya, aku ingat" jawab Abdullah. "Pada saat itu aku mendengar ucapan Malaikat, bahwasannya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu, aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kali, lalu Allah menghapuskan setengah dosamu yang lain" jelas Iblis. "Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke Masjid dan mengantarkanmu pulang, khawatir jika engkau kembali ceroboh lagi ketika berangkat ke Masjid"




Astaghfirullah, ternyata Iblis tak pernah rela sedikitpun melihat hamba Allah menjadi ahli ibadah. Terbukti semua cara ia tempuh, hingga ia tak segan untuk menggunakan topeng kebaikan

Dari sepenggal kisah sahabat diatas, tentu kita dapat mengambil pelajaran dan memahami satu dari karakter Iblis, lalu bagaimana dengan kita? masihkah berdiam diri, menunggu menjadi korban makhluk laknat itu, atau kita mencoba melawan dengan memperbaiki diri dan terus mendekatkan diri pada Ilahi?





Mulai saat ini marilah kita bersama-sama istiqomah dalam melakukan amal kebaikan, agar kita terhindar dari tipu daya iblis laknatullahalaih, semoga.

 

 

Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang shalih dan shalihah. Anak shalih shalihah merupakan harta yang paling berharga bagi orangtua. Untuk mendapatkan semua itu, tentu harus ada upaya keras dari orangtua dalam mendidik anak. Salah satu yang wajib diajarkan kepada anak adalahsegala hal tentang al-Quran karena ia adalah pedoman hidup manusia. 
Rasulullah saw pernah bersabda (yang artinya): "Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu; mencintai ahlul baitnya; dan membaca al-quran karena orang-orang yang memelihara Al-Quran itu berada dalam lindungan singasana Allah pada hari ketika tidak ada perlindungan selain daripada perlindungan-Nya; mereka beserta para nabiNya dan orangorang suci."(HR ath Thabrani).


Allah SWT berfirman:"Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberikan khabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shaleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (QS Al-Isra: 9)
Sejak kapan al-Quran sebaiknya diajarkan pada anak? Tentu sedini mungkin. Semakin dini semakin baik. Akan sangat bagus jika sejak anak dalam kandungan seolah-olah calon anak kita itu sudah terbiasaý hidup bersamaý al-Quran; yakni ketika sang ibu yang mengandungnya, rajin membaca al-Quran.





Mengenalkan al-Quran juga bisa dilakukan dengan mengenalkan terlebih dulu huruf-huruf hijaiyah; bukan mengajarinya membaca, tetapi sekadar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C. D.
Tempelkan gambar-gambar tersebut ditempat yang sering dilihat anak;
lengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut. Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf al-Quran.

2. Memperdengarkan.
Memperdengarkan ayat-ayat al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memutar kaset atau CD. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan musik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, insya Allah memperdengarkan al-Quran akan jauh lebih baik pengaruhnya bagi bayi. Apalagi jika ibunya yang membacanya sendiri. Ketika membaca al-Quran, suasana hati dan pikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dari tenang. Kondisi seperti ini akan sangat membantu perkembangan psikologis janin yang ada dalam kandungan. Pasalnya, secara teoretis kondisi psikologis ibu tentu akan sangat berpengaruh pada perkembangan bayi, khususnya perkembangan psikologisnya. Kondisi stres pada Ibu tentu akan berpengaruh buruk pada kandungannya.

Memperdengarkan al-Qurari bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja; juga tidak mengenal batas usia anak. Untuk anak-anak yang belum bisa berbicara, insya Allah lantunan ayat al-Quran itu akan terekam dalam memorinya. Jangan aneh kalau tiba-tiba si kecil lancar melafalkan surat al-Fatihah, misalnya, begitu dia bisa berbicara.
Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat al-Quran (surat-surat pendek) kepadanya terbukti memudahkan sang anak menghapalkannya.

3. Menghapalkan.
Menghapalkan al-Quran bisa dimulai sejak anak lancar berbicara. Mulailah dengan surat atau ayat yang pendek atau
potongan ayat (misalnya fastabiq al-khayrat, hudan li an-nas, birr al-walidayn, dan sebagainya).

Menghapal bisa dilakukan dengan cara sering-sering membacakan ayat-ayat tersebut kepada anak. Lalu latihlah anak untuk menirukannya. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai anak hapal di luar kepala. Masa anak-anak adalah masa meniru dan memiliki daya ingat yang luar biasa. Orangtua harus menggunakan kesempatan ini dengan baik jika tidak ingin menyesal kehilangan masa emas (golden age) pada anak. 

Agar anak lebih mudah mengingat, ayat yang sedang dihapal anak bisa juga sering dibaca ketika ayah menjadi imam atau ketika naik mobil dalam perjalanan. Disamping anak tidak mudah lupa, hal itu juga sebagai upaya membiasakan diri untuk mengisi kesibukan dengan amalan yang bermanfaat. Nabi saw. bersabda: Demi Zat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya hapalan Al-Qurýan itu lebih cepat lepasnya daripada seekor
unta pada tambatannya. (HR al-Bukhari dan Muslim).

4. Membaca.
Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka dia.akan mendapat satu kebaikan. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif-lam-mim adalah satu huruf. Akan tetapi, alif adalah satu huruf, lam satu huruf dan mim juga satu huruf. (HR at-Tirmidzi).

Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca al-Quran. Bimbing dan doronglah anak agar terbiasa membaca al-Quran setiap hari walau cuma beberapa ayat. Orangtua penting memberikan contoh.
Jadikanlah membaca al-Quran, utamanya pada pagi hari usai shalat subuh atau usai shalat magrib, sebagai kegiatan

rutin dalam keluarga. Ajaklah anak-anak yang belum bisa membaca untuk bersama-sama mendengarkan kakakkakaknya
yang sedang membaca al-Quran. Orangtua mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kaidah-kaidah dan adab membaca al-Quran. Untuk bisa membaca al-Quran, termasuk mengetahui kaidah-kaidahnya, sekarang ini tidaklah sulit. Telah banyak
metode yang ditawarkan untuk bisa mudah dan cepat membaca. Ada metode Iqra, Qiroati dan sebagainya. Metodemetode itu telah terbukti memudahkan ribuan anak-anak bahkan orangtua untuk mahir membaca al-Quran.
Alangkah baiknya membaca al-Quran ini dilakukan secara bersama-sama oleh anak-anak di bawah bimbingan orangtua. Ketika seorang anak membaca, yang lain menyimaknya. Jika anak salah membaca, yang lain bisa membetulkan.Dengan cara itu, rumah akan selalu dipenuhi dengan bacaan al-Quran sehingga berkah.

5. Menulis.
Belajar menulis akan mempermudah anak dalam belajar membaca al-Quran. Diktekan kepada anak kata-kata tertentu yang mempunyai makna. Dengan begitu, selain anak bisa menulis, sekaligus anak belajar bahasa Arab. Mulailah dengan kata-kata pendek. Misalnya, untuk mengenalkan tiga kata alif, ba, dan dal anak diminta menulis a, ba da (tolong tuliskan Arabnya, ya: a-ba-da) artinya diam; ba-da-a (yang ini juga) artinya mulai; dan sebagainya. Sesekali di rumah, coba adakan lomba menulis ayat al-Quran. Berilah hadiah untuk anak yang paling rapi menulis. Jika anak memiliki kemampuan yang lebih dalam menulis huruf al-Quran, ia bisa diajari lebih lanjut dengan mempelajari seni kaligrafi.

Rangkaian huruf menjadi suku kata yang mengandung arti bertujuan untuk melatih anak dalam memperkaya kosakata,
di samping memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertanya tentang setiap kata yang diucapkan serta
mengembangkan cita rasa seni mereka. Jadi, tidak hanya bertujuan mengenalkan huruf-alQuran semata.

6. Mengkaji.
Ajaklah anak mulai mengkaji isi al-Quran. Ayah bisa memimpinnya setelah shalat magrib atau subuh. Paling tidak, seminggu sekali kajian sekeluarga ini dilakukan. Tema yang dingkat bisa saja tema-tema yang ingin disampaikan berkaitan dengan perkembangan perilaku anak selama satu minggu atau beberapa hari.
Kajian bersama, dengan merujuk pada satu atau dua ayat al-Quran ini, sekaligus dapat menjadi sarana tawsiyah untuk seluruh anggota keluarga. Sekali waktu, tema yang akan dikaji bisa diserahkan kepada anak-anak. Adakalanya anak diminta untuk memimpin kajian. Orangtua bisa memberi arahan atau koreksi jika ada hal-hal yang kurang tepat. Cara ini sekaligus untuk melatih keberanian anak menyampaikan isi al-Quran.

7. Mengamalkan dan memperjuangkan AI-Quran.
AI-Quran tentu tidak hanya untuk dibaca, dihapal dan dikaji. Justru yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia.
Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan serta memperjuangkan al-Quran dan pahala yang akan diraihnya. Insya Allah, hal ini akan memotivasi anak.
Kepada anak juga bisa diceritakan tentang bagaimana para Sahabat dulu yang sangat teguh berpegang pada alQuran; ceritakan pula bagaimana mereka bersama Rasulullah sepanjang hidupnya berjuang agar al-Quran tegak dalam
kehidupan. *Halalguide.info

 

embiasakan Membaca Al-Qur’an Sejak Dini

Menjadi kebahagiaan tersendiri, manakala menyaksikan putra-putri kita telah lancar membaca Al-Qur’an. Ya, setiap orang tua pastinya mendambakan putra-putrinya tumbuh menjadi anak yang shaleh. Salah satu indikasinya adalah kemampuan untuk membaca Al-Quran dengan baik, benar, dan lancar. Al-Qur’an adalah pedoman hidup kaum muslimin, di mana Rasulullah pernah bersabda, bahwasanya umat ini tidak akan tersesat manakala ia berpegang teguh pada Al-Quran yang Rasulullah wariskan.


Setidaknya ada empat kewajiban kita terhadap Al-Qur’an. Yang pertama adalah membacanya. Kedua mempelajari artinya agar kita memiliki pemahaman yang utuh. Ketiga menghapalkannya. Keempat mengamalkan kandungan isi yang ada di dalamnya.

Yang menjadi persoalan kemudian, bagaimana mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an khususnya kepada anak-anak kita. Apakah hal ini merupakan perkara yang pelik dan sukar?

Jika kita melihat sejarah, bahwasanya ulama generasi awal, tidak saja sudah bisa membaca Al-Quran pada usia kanak-kanak, melainkan pula sudah bisa menghapalkannya. Imam as-Syafi`e, as-Sayuti, Ibnu Sina adalah contohnya. Bahkan Ulama masa kini pun –Syaikh Yusuf Al Qardhawi- telah menghapal Al-Qur’an secara sempurna sebelum usianya genap sepuluh tahun. Dalam pada itu, Allah Swt. telah memberikan jaminan bahwa mempelajari Al-Qur’an adalah hal yang mudah. Firman Allah Swt “…dan sesungguhnya Kami mudahkan al-Quran itu untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pengajaran...” (Surat al-Qomar, ayat: 13) menunjukan hal tersebut.

Jika mengacu pada teori The Golden Age (masa keemasan), sebagai periode yang amat penting bagi seorang anak, sejatinya masa kanak-kanak adalah masa yang paling tepat untuk mengajarkan membaca Al-Qur’an sejak dini. Dengan memberikan stimulan yang tepat sejak dini, otak akan mampu menyimpan memori luar biasa. Hal ini akan sangat berguna di masa dewasa kelak, ketika simpul memorinya disentuh kembali. Karenanya, pendidikan pada masa keemasan (rentang usia 0-6 tahun) sangat menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya

Berbagai penelitian membuktikan betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai yang baik pada seorang anak dalam periode usia keemasan itu. Kecerdesan seorang anak, menurut penelitian, mencapai 50 persen pada usia 0-4 tahun. Hingga usia 8 tahun kecerdasannya meningkat sampai 80 persen, dan puncaknya (100 persen) di usia 18 tahun.

Hal yang menguntungkan kita sebagai orang tua adalah sudah tersedianya metode yang dikembangkan untuk mempelajari Al-Quran untuk anak-anak. Ada metode Iqro, Al-Barqi, Quantum Reading Qur’an, dan sebagainya. Namun, metode saja tidak cukup, karena ia adalah salah satu bagian sarana untuk membiasakan membaca Al-Qur’an sejak dini.

Banyak faktor yang akan menunjang membiasakan membaca Al-Qur’an sejak dini. Dalam satu tulisannya, Drs. Mustofa AY, mengenalkan RUMUS ABCD. Berikut uraiannya:

R = Rumah. Maksudnya rumah adalah pusat pendidikan sejati.

U = Usaha. Maksudnya ilmu itu dipelajari.

M = Metodis. Maksudnya metodenya cocok dan meyenangkan

U = Upah. Maksudnya setiap prestasi anak hendaknya dihargai (dicium, peluk yang hangat, dan dipuji).

S = Sabar. Maksudnya ibu dan bapak harus betul-betul sabar. Ibu dan Bapak tidak boleh mengatakan jangan nakal sambil berlaku nakal (misalnya mencubit, memukul, menjewer, atau marah-marah).

A = Ajeg. Maksudnya pemberian stimulasi hendaknya diberikan secara ajeg, walaupun sangat sebentar.

B = Bermain. Maksudnya stimulasi diberikan sambil bermain. Dengan demikian, anak senang, orangtuapun senang.

C = Contoh. Maksudnya orang tua hendaknya menjadi contoh atau mentor.

D = Do'a. Maksudnya orang tua berdo'a untuk kesusesan anak. Di samping segala sesuatu diawali dan diakhiri dengan do'a.

Ternyata faktor orang tua sangat berperan dalam hal ini, untuk ”menciptakan” lingkungan yang kondusif bagi terwujudnya harapan mulia ini. Berikut hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Al Hakim ”Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkan isinya, maka pada hari kiamat dia diberi mahkota dari cahaya, yang sinarnya seperti sinar matahari, dan kedua orang tuanya diberi dua lembar pakaian yang tidak mampu dikenakan dunia. Kedua orang tuanya itu bertanya, ’Mengapa kami diberi pakaian ini?’ ada yang menjawab, ’Karena anakmu yang membaca Al-Qur’an’.”

Tak inginkah kita menjadi orang tua yang mendapat balasan begitu indah dari Allah Swt. di hari perhitungan kelak?

 

Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua
yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana
dan Maha Mengetahui terhadap semua syari'at dan semua yang
diperintahkan. Allah menciptakan tanda-tanda apa saja yang
dikehendakiNya, dan menetapkannya untuk menakut-nakuti hambaNya.
Mengingatkan terhadap kewajiban mereka, yang merupakan hak Allah Azza
wa Jalla. Mengingatkan mereka dari perbuatan syirik dan melanggar
perintah serta melakukan yang dilarang.

Sebagaimana firman Allah.

Artinya : Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.[Al-Israa : 59]

FirmanNya

Artinya : Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda
(kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga
jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu benar. Dan apakah Rabb-mu
tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala
sesuatu. [Fushilat : 53]

Allah Aza wa Jalla berfirman.

Artinya : Katakanlah (Wahai Muhammad) : Dia (Allah) Maha Berkuasa
untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah
kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang
saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan
sebahagian yang lain. [Al-An'am : 65]

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam Shahih-nya dari Jabir bin
Abdullah Radhiallahu anhu , dari Nabi Shallallahu alaihi wa
sallam,dia (Jabir) berkata : sifat firman Allah Azza wa Jalla Qul
huwal al-qaadiru alaa an yab'atsa alaikum adzaaban min fawuqikum
turun, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berdo'a : Aku
berlindung dengan wajahMu, lalu beliau Shallallahu alaihi wa sallam
melanjutkan (membaca) "Awu min tajti arjulikum", Rasulullah berdo'a
lagi, 'Aku berlindung dengan wajahMu.[1]

Diriwayatkan oleh Abu Syaikh Al-Ashbahani dari Mujtahid tentang tafsir
ayat ini : Qul huwal al-qaadiru 'alaa an yab'atsa 'alaikum "adzaaban
min fawuqikum". Beliau mengatakan, yaitu halilintar, hujan batu dan
angin topan. "Awu min tajti arjulikum", gempa dan tanah longsor.

Jelaslah, bahwa musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di
beberapa tempat termasuk ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan yang
digunakan untuk menakut-nakuti para hambaNya. Semua yang terjadi di
alam ini, (yakni) berupa gempa, longsor, banjir dan peritiwa lain yang
menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam
penderitaan, disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat. Sebagaimana
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

Artinya : Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan
oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema'afkan sebagian
besar (dari kesalahan-kesalahanmu). [Asy-Syuura : 30]

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :

Artinya : Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan
bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu
sendiri.[An-Nisaa : 79]

Tentang umat-umat terdahulu, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

Artinya : Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan
dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan
batu krikil, dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang
mengguntur (halilintar), dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke
dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah
sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang
menganiaya diri mereka sendiri.[Al-Ankabut : 40]

Maka wajib bagi setiap kaum Muslimin yang mukallaf dan yang lainnya,
agar bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, konsisten diatas diin
(agama)Nya, serta waspada terhadap semua yang dilarang, yaitu berupa
perbuatan syirik dan maksiat. Sehingga, mereka selamat dari seluruh
bahaya di dunia dan akhirat, serta Allah menolak semua adzab dari
mereka, dan menganugrahkan kepada mereka segala jenis kebaikan.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Artinya : Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa,
pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan
bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa
mereka disebabkan perbuatannya. [Al-A'raaf : 96]

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang Ahli Kitab.

Artinya : Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum)
Taurat, Injil dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari
Rabb-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan
dari bawah kaki mereka. [Al-Maidah : 66]

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

Artinya : Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari
kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka
sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari
kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggahan
naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari
adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari
adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi. [Al-A'raaf : 97-99]

Al-Alamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan : Pada sebagian waktu,
Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan ijin kepada bumi untuk bernafas,
lalu terjadilah gempa yang dahsyat. Dari peristiwa itu, lalu timbul
rasa takut pada diri hamba-hamba Allah, taubat dan berhenti dari
perbatan maksiat, tunduk kepada Allah dan penyesalan. Sebagaimana
perkataan ulama Salaf, pasca gempa. Sesungguhnya Rabb kalian mencela
kalian, Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu, pasca gemba di Madinah
menyampaikan khutbah dan nasihat ; beliau Radhiyallahu anhu
mengatakan, Jika terjadi gempa lagi, saya tidak akan mengijinkan
kalian tinggal di Madinah. Selesai perkataan Ibnul Qayyim
rahimahullah-.

Atsar-atsar dari Salaf tentang hal ini sangat banyak. Maka saat terjadi
gempa atau peristiwa lain, seperti gerhana, angin ribut atau banjir,
wajib segera bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, merendahkan diri
kepadaNya dan memohon afiyah kepadaNya, memperbanyak dzikir dan
istighfar. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
ketika terjadi gerhana.

Artinya : Jika kalian melihat hal itu, maka segeralah berdzikir kepada
Allah Azza wa Jalla, berdo'a dan beristighfar kepadaNya. [2]

Disunnahkan juga menyayangi fakir miskin dan bershadaqah kepada mereka.
Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Artinya : Kasihanilah, niscaya kalian akan dikasihani.[3]

Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Artinya : orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Dzat Yang
Maha Penyayang. Kasihinilah yang di muka bumi, kalian pasti akan
dikasihani oleh (Allah) yang di atas langit.[4]










Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Artinya : Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang.[5]

Diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz rahimahulah, bahwa saat terjadi
gempa, dia menulis surat kepada pemerintah daerah agar bershadaqah.

Diantara faktor terselamatkan dari segala keburukan, yaitu pemerintah
segera memegang kendali rakyat dan mengharuskan agar konsisten dengan
al-haq, menerapkan hukum Allah Azza wa Jalla, di tengah-tengah mereka,
memerintahkan kepada yang ma'ruf serta mencegah kemungkaran.
Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla.

Artinya : Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian
mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh
(mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan
shalat, menunaikan zakat dan mereka ta'at kepada Allah dan RasulNya.
Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Perkasa lagi Maha Bijakasana. [At-Taubah : 71]

Allah berfirman.

Artinya : Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong
(agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha
Perkasa,(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di
muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh
berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar ; dan
kepada Allah-lah kembali segala urusan. [Al-Hajj : 40-41]

Allah Azza wa Jalla berfirman.

Artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang
tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada
Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. [Ath-Thalaaq :
2-3]










7M Agar Anak Selalu Hidup Bersama al-Quran
1. Mengenalkan.
Saat yang paling tepat mengenalkan alQuran adalah ketika anak sudah mulai tertarik dengan buku. Sayang, banyak orangtua yang lebih suka menyimpan al-Quran di rak lemari paling atas. Sesekali perlihatkanlah al-Quran kepada anak sebelum mereka mengenal buku buku lain, apalagi buku dengan gambar-gambar yang lebih menarik.




Ayat-ayat tentang ini sangat banyak.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah Azza wa Jalla akan menolongnya. [Muttafaq Alaih] [6]

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

Artinya : Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin
dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah Azza wa Jalla akan
melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan
akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan,
maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang
menutup aib seorang muslim, maka Allah Azza wa Jalla akan menutupi
aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah Azza wa Jalla akan selalu
menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.
[Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya] [7]



Hadits-hadits yang semakna ini banyak.

Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Musimin,
memberikan pemahaman agama dan menganugrahkan kekuatan untuk istiqomah,
segera bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla dari semua perbuatan dosa.
Semoga Allah memerbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin, semoga
Allah menolong al-haq melalui mereka serta menghinakan kebathilan,
membimbing mereka untuk menerapkan syari'at Allah Azza wa Jalla atas
para hamba. Dan semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum
Muslimin dari fitnah dan jebakan setan yang menyesatkan. Sesungguhnya
Allah Maha Berkuasa untuk hal itu.






Doa untuk disayangi

Dd’

Katakanlah (wahai Muhammad): "Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.




Pahala sedekah dapat dibahagiakan kepada 4 jenis

 seperti berikut (dipetik daripada Kitab Durratun Nasihin):

1. Sedekah yang mendapat 10 pahala iaitu memberi makan kepada fakir miskin.
2. Sedekah yang mendapat 70 pahala iaitu memberi sedekah kepada keluarga terdekat.
3. Sedekah yang mendapat 700 pahala iaitu memberi sedekah kepada kawan-kawan dan sahabat.
4. Sedekah yang mendapat 7000 pahala iaitu memberi kepada orang-orang yang mencari ilmu. 

Sedekah kepada orang-orang yang mencari ilmu seperti mereka yang melanjutkan pelajaran ke IPTA, luar negeri, pelajar tahfiz di pondok-pondok agama dan madrasah. Walaupun pelajar ini menerima pinjaman dan biasiswa tetapi tidak cukup untuk menampung sepenuh keperluan hidup. Dengan sedekah anda, maka ringan sedikit bebanan yang mereka tanggung.(Terutama pelajar dari keluarga yang miskin). Ada beberapa buah pusat tahfiz Al-Quran yang pelajarnya terdiri dari anak-anak yatim dibeberapa negeri yang tidak menerima bantuan kerajaan seperti di negeri Kelantan dan Kedah. Inilah tempat yang wajar dan sepatutnya menjadi keutaman untuk menerima sedekah anda.  

FirmanNya Allah SWT bermaksud:

"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahawa mereka tidak akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, tetapi hendaklah mereka memanfaatkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahawa Allah mengampuni kamu padahal Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS An-Nur ayat 22).

Selain dapat mengeratkan tali persaudaraan kekeluargaan, amalan bersedekah (kalau dengan kuih muih yang bermutu dan buah-buahan yang diimpot) boleh memberi peluang kepada orang-orang yang susah dan jarang-jarang bertemu makanan yang lazat dan berzat dapat turut merasai kenikmatan makanan seperti iti. Cukuplah walaupun jarang-jarang, namun ia boleh memberi erti yang besar kepada mereka di dalam merasai bunga-bunga kehidupan ini.





Oleh kerana amalan suka bersedekah itu adalah satu amalan yang mulia dan sangat terpuji, maka ianya telah menjadi satu ciri amalan orang-orang mulia dan sangat terpuji, maka ianya telah menjadi satu ciri amalan orang-orang mulia terutamanya para nabi dan rasul serta orang-orang salih sejak zaman berzaman. Para nabi terutamanya merupakan insan-insan yang sangat suka bersedekah. Mereka menjadikan amalan bersedekah sama pentingnya usaha mereka mencari kehidupan. Bahkan mereka menjadikan sebagai kamus hidup. Seakan-akan tak sah kewujudan mereka di dunia ini kalau amalan suka bersedekah itu tidak ada dalam dairi hidup mereka.

Nabi-nabi sejak Adam as sampailah kepada Junjungan Besar kita Nabi Muhammad saw merupakan sumber kepada kehidupan kaum fakir dan miskin. Nabi Idris as menyedekahkan sebahagian besar hasil kerja menjahitnya kepada kaum fakir miskin. Nabi Nuh as hidup bersama-sama kaumnya yang miskin dan makan bersama-sama mereka apa yang ia makan. Nabu Hud as dan Nabi Salih as adalah pengikut mereka terdiri dari orang-orang hina yang tidak mempunyai harta. Tentunya mereka sering mendapat tidak sedikit habuan daripada nabi mereka yang juga merupakan pemimpin dan pelindung mereka.

Nabi Ibrahim as merupakan seorang nabi yang apabila mahu makan, ia akan mengundang sesiapa sahaja yang melintas di hadapan pintu rumahnya. Dipelawanya para tetamu itu makan bersama-samanya. Kalau tidak ada sesiapa yang melintas, ia akan keluar mencari tetamu sehingga sehingga tiga batu jarak dari rumahnya. Setelah tak ada juga barulah ia akan makan dengan anak-anak dan isterinya.

Demikianlah perilaku para nabi dan rasul di dalam hal suka memberi sedekah atau pertolongan kepada mereka-mereka yang memerlukan.

Dari itu untuk menggemarkan diri kepada amalan suka bersedekah perlu setiap individu muslim menyedari besarnya pahala kerana bersedekah. Dan amalan ini juga akan menyuburkan harta dan memanjangkan umur sebagaimana dinyatakan di dalam hadith Rasulullah SAW.


Dari itu marilah kita memperbanyakkan sedekah kita sedaya yang termampu. Semoga diketengah amalan yang mulia ini akan menjadi penyebab untuk kita dapat menggapai pintu syurga lalu membukanya dan terus masuk ke dalam untuk berlazat-lazat dengan nikmat-nikmat di dalamnya.

Wasallah. Jazakallah khairan.




Allah berfirman bermaksud




  • :
  •  "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah(di jalan Allah) sebahagian daripada hasil usahamu yang baik-baik dan sebahagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. 

  • Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya. Padahal kamu sendiri tidak mahu mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahawa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. 

  • Syaitan menjanjikan(menakut-nakutkan) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan(kikir); 
  • Sedangkan Allah menjanjikan untukmu keampunan daripadaNya dan kurniaan. Dan Allah Maha Luas(kurniaannya) lagi Maha Mengetahui. Allah memberikan hikmah kepada sesiapa yang di kehendakiNya.

  •  Dan barang siapa yang di berikan hikmah sesungguh telah di berikan kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.

  •  Apa sahaja yang kamu nafkahkan atau apa sahaja yang kamu nazarkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim, tidak ada seorang penolong pun baginya.

  •  Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalahd baik sekali dan jika kamu menyembunyikannya dan berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan lebih baik bagi kamu. 

  • Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebahagian dari kesalahan-kesalahan kamu dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan".

  •  (Surah Al-Baqarah: Ayat 267-271) Hadith Qudsi, Allah berfirman bermaksud: "Hai anak Adam, hulurkanlah(apa-apa yang ada padamu) nescaya engkau akan dihulurkan pula(apa-apa yang engkau perlukan".


wanita

Kegagahan seorang wanita bukan pada kekuatan badan, tetapi pada kekuatan perasaan. Perempuan yang gagah adalah:-


1) Perempuan yang tahan menerima sebuah kehilangan.
...
2) Perempuan yang tidak takut pada kemiskinan.

3) Perempuan yang tabah menanggung kerinduan setelah ditinggalkan.

4) Perempuan yang tidak meminta-minta agar di penuhi segala keinginan.

Kegagahan perempuan berdiri di atas teguh iman. Seluruh kegagahan yang ada pada Khadijah adalah kegagahan sempurna bagi seorang perempuan.



Kami di ijabkabulkan~~

......

.....

Daisypath - Personal picture

Daisypath Anniversary tickers

Puteri ku sayang

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Doa setiap bingkisan ku. .panjangkanlah umur dan berikanlah kesihatan dan murahkanlah rezeki pada ibu ku..jadikan suami ku suami soleh anakku anak solehah..amin...pintaku selalu pada Mu Ya Allah...