Cinta allah

"Ya Allah..... Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami
mengikuti yang benar itu.Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar
dan permudahkan kami meninggalkannya." Amin.

Rabu, Jun 30, 2010

Amalan sunat semasa gerhana

sumber dr blog agama:

http://taibwahid.blogspot.com/:

Assalamualaikum, Sempena gerhana bulan pada malam ini, marilah kita berkongsi ilmu tentang amalan-amalan sunat yang dianjurkan Rasulullah SAW. Semoga kita sama-sama beroleh keberkatan darinya. Menerusi sekian banyak hadis berkaitan gerhana, terdapat beberapa perkara sunat yang dianjurkan supaya dilakukan semasa kejadian gerhana. Di antaranya ialah: Solat dan berdoa. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kamu melihat kedua-duanya (gerhana matahari dan bulan), maka dirikanlah solat dan berdoalah sehingga dihapuskan apa yang kamu hadapi”. Berzikir dan beristighfar. Abu Musa berkata: “Telah berlaku gerhana matahari. Maka Rasulullah SAW berdiri dalam keadaan cemas kerana bimbang akan berlaku Kiamat. Lalu Baginda SAW tergesa-gesa pergi ke masjid dan solat dengan berdiri yang terlalu panjang serta rukuk dan sujud yang panjang, yang tidak pernah aku lihat Baginda SAW melakukan seperti itu. Berlindung daripada azab kubur. Diriwayatkan oleh Aisyah ra: “Setelah Nabi SAW selesai menyampaikan khutbah gerhana matahari, maka Baginda SAW memerintahkan para sahabat supaya memohon perlindungan dari azab kubur.” Bersedekah. Sabda Rasulullah SAW: “Apabila kalian melihat gerhana, maka hendaklah kalian berdoa kepada Allah, mengerjakan solat dan bersedekah.” Memerdekakan hamba. Asma’ ra berkata: “Sesungguhnya Nabi SAW menyuruh memerdekakan hamba ketika berlaku gerhana matahari. “ Inilah sunnah Baginda SAW ketika berlakunya peristiwa gerhana bulan atau matahari. Marilah bersama-sama kita menghidupkan sunnah Nabi kita SAW kerana inilah jalan hakiki menuju kesejahteraan di dunia dan akhirat.

Info: Amalan sunat semasa gerhana

Info: Amalan sunat semasa gerhana

Info: Amalan sunat semasa gerhana

Info: Amalan sunat semasa gerhana

*** Akhlak Baek Tuk Bangun Rumah Tangga Yang Bahagia Dan Harmonis ***

  • ditujukan untuk anda yang akan memasuki mahligai rumah tangga, juga untuk anda yang sudah berumah tangga, atau juga anda yang ingin berkeluarga. Siapa sih yang ingin berkeluarga?? semua orang kan ingin berkeluarga, sekaligus memiliki keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah...
  • Sebenernya aku hanya ingin sharing saja tentang apa-apa yang harus dimiliki dan dilaksanakan saat membina sebuah keluarga..., intinya adalah, bagaimana sih membina keluarga yang bahagia itu... (kayak aku wis ngerti ae... hehe..)
  • Setiap kita pasti menginginkan rumah tangga dalam arti yang sebenarnya. Rumah tangga yang berkwalitas dan bermutu. Bukan rumah tangga sekedar dua orang berlainan jenis, kemudian berkumpul yang penting bisa melampiaskan nafsu birahi. Kalau sekedar begitu, apa dong bedanya antara kita dan binatang??????Bila memang begitu kondisinya berarti keluarga iseng. Misinya misi iseng dan hasilnya hasil iseng. Model keluarga ini tidak akan mampu mendatangkan kebahagiaan yang sebenarnya.Bila ada yang menjawab, “ It’s just for fun. Bisa kita balikkan, “It’s okey, but life is not only fun. There are many things better than just fun.”Banyak yang membayangkan, terutama laki-laki bujang, saat menikah nanti akan mudah semuanya; pakaian ada yang mencucikan, makanan ada yang memasakkan dan menyiapkan, rumah ada yang membersihkan, letih ada yang memijiti, terus kalau kebelet birahinya ada tempat melampiaskan. Itu kebanyakan yang terdetik dalam benak laki-laki. Tidak semua memang.
  • Setiap orang dalam hidup berumahtangga sudah pasti menginginkan yang namanya kebahagiaan, namun terkadang mereka lupa untuk mengusahakan hal-hal yang membuat bahagia itu hadir dalam kehidupan mereka. Karena sebenarnya bahagia itu bukanlah suatu rasa yang hadir begitu saja, ia adalah rasa yang hadir dari apa yang telah kita upayakan, dan kita minta pada Alloh Subhanahu wa ta'ala. Kebahagiaan bukanlah hanya semata hak salah satu pasangan, namun kebahagiaan itu adalah hak dari kedua pasangan yang diupayakan oleh suami dan istri, kebahagiaan adalah sesuatu yg diperjuangkan setiap saat. Kelapangan hati dari seorang suami dan istri untuk saling memberi dan juga menerima kelebihan serta kekurangan masing-masing merupakan salah satu hal yang akan hadirkan bahagia dalam rumah tangga.
  • Hal lain agar terciptanya bahagia dalam rumah tangga adalah adanya komitmen dari masing-masing individu untuk saling menjaga cinta mereka, keterbukaan dan kesadaran bahwa rumah tangga mereka tak hanya terbangun dengan cinta namun disana diperlukan adanya taqwa yang akan lebih menguatkan jalinan cinta yang mentautkan hati-hati mereka dan hadirkan kesetiaan serta tak hanya hadirkan bahagia tetapi lebih dari itu dengan taqwa akan hadirkan sakinah mawaddah wa rohmah yang begitu diidam-idamkan setiap pasangan suami istri.
  • Dan yg terakhir adalah cinta itu ingin selalu memberi untuk membahagiakan pasangannya, dan bahwa perkawinan itu tak hanya sebagai tempat untuk melegalkan hubungan biologis manusia namun lebih dari itu perkawinanan adalah tempat untuk berbagi, saling meringankan, tidak menuntut tetapi memberi dan inilah yang menjadikan cinta itu indah sekali karena baik istri ataupun suami berebut untuk memberikan yang terbaik. Wallohu a'lam bishowab.
  • Saat cinta hadir bagai bunga yang bermekaran dan tebarkan wangi di taman jiwa, maka rawatlah ia, sirami dg air keimanan, terangi dg cahaya ketaqwaan, pupuklah dg kasih sayang, pengertian dan kesetiaan, hingga cinta itu terus tumbuh menjulang menggapai sakinah mawaddah warohmah dan barokah serta ridho dari Alloh Subhanahu wa ta'ala...
  • Tanggung jawab suami, menjadi nahkoda bahtera rumah tangga agar berlabuh di pelabuhan kedamaian dan kesejahteraan.Nahkoda yang baik akan berusaha untuk mengarahkan bahteranya ke arah yang baik sesuai dengan petunjuk mercusuar, dan menghindarkannya dari berbagai hal yang membahayakan. Nahkoda yang bijak tidak akan berpetualang hanya untuk menguji kelihaiannya dalam mengendalikan kapal, atau menguji kehebatan dan kekuatan kapalnya.Dia mestinya menyadari sepenuhnya, tidak usah berpetualang pasti suatu saat badai akan datang. Tidak usah menguji kehebatan diri mengendalikan kapal, karena suatu saat kelihaiannya pasti akan dibutuhkan. Tidak usah menguji kapal dengan menyerempetkannya ke batu karang karena suatu saat halang rintang harus dilalui.Justru yang harus dilakukan adalah mempersiapkan dirinya agar kepandaiannya mengendalikan bahtera semakin meningkat. Terus memperhatikan dan merawat kapalnya dengan baik, jangan sampai karatan dan bocor, atau mesinnya mogok karena diacuhkan..
  • Bila anda berwajah jelek dan beristri cantik atau sebaliknya tapi pengin masuk surga????Orang ganteng beristri cantik hal biasa, orang cantik bersuami ganteng hal yang lumrah. Tapi laki-laki berwajah jelek bersitri cantik atau perempuan tidak cantik bersuami ganteng sungguh hal yang luar biasa. Hehehehe penulis termasuk yang mana ya?????? Rahasia dong, just keep silence. Ok.Ternyata laki-laki berwajah jelek bersitri cantik atau perempuan tidak cantik bersuami ganteng kalau mereka mampu memanage dengan baik peluang masuk surganya gak sulit, gimana tuh????Silahkan belajar dari kisah berikut :Pada suatu saat Imron bin Hithon memasuki rumahnya. Imron adalah laki-laki yang sudah jelek pendek lagi …( tidak seperti pembaca lho ya….). Saat memasuki rumah ia mendapatkan istrinya siap menyambutnya dengan dandanan yang sempurna. Istri Imron adalah seorang yang sangat cantik nan sholihah ( …..seperti pembaca kali ya…..).Kondisi Imron yang seperti diceritakan di atas, sungguh terpana....
  • Kasih sayang bisa bersemi di atas akhlak yang kokoh. Bila suami memperlakukan istri dengan baik, dan istri membalas dengan pelayanan yang menyenangkan, maka saat itu lah do’a seorang pria yang minta dikaruniai istri dan anak-anak yang menjadi ‘cahaya mata’ (qurrota a’yun) terwujud.
  • Akhlak adalah benteng keutuhan rumah tangga.
  • Akhlak itu harus dimiliki oleh kedua pasangan, bukan hanya suami saja. Akhlak seorang istri kepada suami adalah saat ia menaati suaminya. Dan itu menjadi kewajiban yang tak boleh disepelekan. "Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang baik, akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari isterinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana." (Al-Baqarah: 228).
  • Rasulullah bersabda, "Seandainya aku suruh seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku suruh seorang istri sujud kepada suaminya." (HR Abu Daud, Al-Hakim)
  • Bahkan penyebab wanita banyak menjadi penghuni neraka adalah karena akhlaknya yang buruk kepada suami. Seperti yang dikabarkan oleh Rasulullah saw: "Suatu ketika Rasulullah keluar pada hari raya Idul Adha atau Idul Fitri menuju tempat shalat dan melalui sekelompok wanita. Beliau saw bersabda,’Wahai kaum wanita bersedekahlah sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian adalah mayoritas penghuni neraka.’ Mereka bertanya,’Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau saw menjawab,’Kalian banyak melaknat dan maksiat terhadap suami’". (HR Bukhori)
  • Perkara yang mungkin sepele: mengabaikan kebaikan suami, bisa berakibat sangat fatal. Dalam suatu sabda Rasulullah saw: “…dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’” (HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma)
  • Berterima kasih atas kelebihan pasangan, dan sabar atas kekurangannya. Itu merupakan kunci akhlak dalam rumah tangga. "Tahu berterima kasih" bukan cuma diharuskan untuk istri, bahkan sikap itu harus dimunculkan oleh suami manakala terbersit ketidak-puasan terhadap istrinya. Allah berfirman, "…Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa : 19) Begitulah tips yang diberikan oleh Allah kepada suami untuk mempertahankan rumah tangganya: bersabar dan memperhatikan kebaikan yang dimiliki oleh pasangan.
  • Salah satu akhlak seorang suami yang mengokohkan rumah tangganya adalah ekspresi yang tidak terus terang saat menemukan kekurangan istri. Ia menyembunyikan kekecewaannya sehingga bisa menjaga perasaan istrinya. Seperi saat merasakan ada yang kurang dari masakan istrinya, seorang suami bisa menunjukkan akhlak yang baik saat ia malah memuji masakan itu.
  • Berdusta dalam rumah tangga - selama dalam kerangka kebaikan - diperbolehkan. Ummu Kultsum rha. berkata, ""Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara, yakni: perang, mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya." (HR Muslim)
  • Ada cerita yang penuh hikmah tentang suami yang berekspresi normal saat melihat ketidak-sempurnaan istrinya,
  • Abdurrahman Ibn Al-Jauzy menceritakan dalam Shaed Al-Khathir kisah berikut ini: Abu Utsman Al-Naisaburi ditanya: ”amal apakah yang pernah anda lakukan dan paling anda harapkan pahalanya?”
  • Beliau menjawab, ”sejak usia muda keluargaku selalu berupaya mengawinkan aku. Tapi aku selalu menolak. Lalu suatu ketika, datanglah seorang wanita padaku dan berkata, ”Wahai Abu Utsman, sungguh aku mencintaimu. Aku memohon—atas nama Allah—agar sudilah kiranya engkau mengawiniku.” Maka akupun menemui orangtuanya, yang ternyata miskin dan melamarnya. Betapa gembiranya ia ketika aku mengawini puterinya.
  • Tapi, ketika wanita itu datang menemuiku—setelah akad, barulah aku tahu kalau ternyata matanya juling, wajahnya sangat jelek dan buruk. Tapi ketulusan cintanya padaku telah mencegahku keluar dari kamar. Aku pun terus duduk dan menyambutnya tanpa sedikit pun mengekspresikan rasa benci dan marah. Semua demi menjaga perasaannya. Walaupun aku bagai berada di atas panggang api kemarahan dan kebencian.
  • Begitulah kulalui 15 tahun dari hidupku bersamanya hingga akhir ia wafat. Maka tiada amal yang paling kuharapkan pahalanya di akhirat, selain dari masa-masa 15 tahun dari kesabaran dan kesetiaanku menjaga perasaannya, dan ketulusan cintanya.
  • Berkata ulama salaf: "Seorang suami yang sholih, bila dia mencintaimu maka bersyukurlah kepada Allah. Bila dia tidak menyukaimu, maka dia pasti tidak akan mendzholimimu."....
  • Dikemaskini 10 jam lalu · · · Laporka

●●Keadilan Bukanlah Mempersamakan Perbedaan●●

Bismillahirrohmanirrohim. “Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat?” (Shad: 28) Ayat yang agung itu menjelaskan, bahwa perbedaan itu ada. Tidak hanya warna kulit, jenis kelamin, suku, bahasa yang berbeda. Sebagaimana dalam firmanNya yang lain: “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang wanita, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13) Ya, Allah menciptakan kita dengan segala perbedaan adalah agar kita mau memiliki keinginan untuk saling mengenal satu sama lain. Tidaklah dipisahkan si kulit hitam dengan yang berkulit putih. Tidak juga yang berbeda bahasa. Perbedaan yang seperti ini tidaklah menjadi sebab jarak pembatas antara yang dianggap baik dengan bagian yang dianggap buruk. Tidak, Demi Dzat Yang Menciptakan itu semua. Tidak ada satupun ayat yang mencela kulit hitam atau memuji laki-laki dan mencela wanita. Islam tidak memisahkan jarak antara si kaya dan si miskin. Yang kaya diwajibkan membantu yang miskin. Kaya dan miskin memang berbeda, tapi untuk saling mengasihi. Terlalu banyak ayat dalam Al Qur’an yang menyatakan anjuran untuk bersodaqoh. Zakat, adalah kewajiban yang harus dikeluarkan bagi yang mempunyai harta lebih. Dikeluarkan untuk dibagikan kepada orang-orang yang berhak, di antaranya faqir dan miskin. Jika hal seperti itu kita bisa mengatakan adanya perbedaan di antara kita. Lantas, mengapa kita mengatakan bahwa semua agama itu sama? Apa? Bagaimana? Di mana letak persamaannya? Kalian bilang soal esensi yang terkandung di dalamnya? Apa esensi dari sebuah agama? Karena semua agama menganjurkan untuk berbuat baik? Duhai kita yang telah bersyahadat bahwa tiada ilah kecuali Allah Yang Esa, Tidak ada sekutu bagiNya. Dan bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hambaNya dan rosulNya. Kemana kita berpijak dalam berucap dan berpikir? Apalah artinya ayat-ayat di bawah ini: “Orang-orang Yahudi berkata, ‘Uzair itu putera Allah’, dan orang Nashrani berkata, ‘Al Masih itu putera Allah’. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka. Bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (At-Taubah: 30-31) “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah salah satu dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Maidah: 73) “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan ‘Isa putera Maryam.” (Al-Maidah: 78) “Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah: 6) “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran: 85) “Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah: 3) Dan juga hadits Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Demi Dzat Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidaklah dari umat ini baik Yahudi atau Nashrani mendengar tentang aku, kemudian dia mati dan tidak beriman kepada apa yang aku diutus dengannya kecuali ia termasuk ahli neraka.” (Shahih, HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu) Kalau perkara suku, bahasa, jenis kelamin, warna kulit dan yang semisalnya, Allah tidak pernah mencela atau menganjurkan kepada kita agar warna seseorang diharuskan sama dengan kita. Misalnya kita hitam, maka harus hitam semua. Misalnya kita berhidung mancung, maka harus mancung semua. Atau karena kita laki-laki, maka yang perempuan harus dibunuh agar yang tersisa hanya laki-laki saja. Tidak. Cari satu ayat dalam Al Qur’an atau hadits nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yang mengisyaratkan tentang itu. Dan sangat jelas di dalam Al Qur’an dan hadits nabi yang telah disebutkan di atas. Bahwa, tidaklah sama antara orang-orang yang beriman dengan orang yang kafir. Tidaklah sama antara yang beramal sholih dengan yang berbuat kerusakan. Dan Allah memuji salah satu di antara keduanya dan mencela yang lainnya. Allah mewajibkan kita untuk melakukan yang satunya dan mewajibkan kita untuk menjauhi satu yang lainnya. Ditegaskan bahwa Allah mencintai atau mencela satu di antara keduanya. Mengapa Allah memasukkan ke dalam neraka orang-orang di luar Islam? Bukankah mereka ciptaan Allah juga? Bukankah mereka di sisi lain berbuat baik juga? Hei kita yang merasa akal ini begitu hebatnya, duhai kita yang merasa diri ini begitu arifnya, duhai kita yang merasa diri ini begitu bijaksananya. Telah berlalu masa di mana Islam ini dibawa oleh Muhammad rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Seorang yang arif, bijaksana, lagi dapat dipercaya. Yang mampu menegarkan kalimat tauhid di mulut sang Bilal meski harus menahan batu di atas tubuhnya. Yang mampu meneteskan air mata seorang kafir yang buta ketika tahu bahwa rosululloh telah meninggalkan dirinya untuk selamanya. Adakah ia mengatakan bahwa agama itu sama? Tidak, bahkan melalui mulutnya Allah mengatakan bahwa hanyalah Islam agama yang diridhoi di sisiNya. Dan masuklah ke dalam neraka untuk selama-lamanya bagi orang-orang yang kafir terhadapnya. Bukan karena kita harus mengetahuinya, lantas membodohkan diri kita. Terlalu banyak perkara yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. Karena Allah yang menciptakannya, maka Allah pulalah yang mengetahui perkara terbaik untuk kita, makhluq ciptaanNya. Wallahu a’lam.

Kami di ijabkabulkan~~

......

.....

Daisypath - Personal picture

Daisypath Anniversary tickers

Puteri ku sayang

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Doa setiap bingkisan ku. .panjangkanlah umur dan berikanlah kesihatan dan murahkanlah rezeki pada ibu ku..jadikan suami ku suami soleh anakku anak solehah..amin...pintaku selalu pada Mu Ya Allah...