Cinta allah

"Ya Allah..... Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami
mengikuti yang benar itu.Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar
dan permudahkan kami meninggalkannya." Amin.

Selasa, Jun 08, 2010

resepi roti..dr blog~~~http://anissdairy.blogspot.com/

  • Bahan-bahannya:
  • 500 gm tepung gandum
  • 1 biji telur (saya pukul sedikit)
  • 100 gm gula pasir
  • 40 gram susu tepung
  • 11 gm ibu roti
  • 1 sudu teh bread improver
  • 2 sudu besar margerin
  • 4 sudu besar water roux
  • air suam secukupnya untuk menguli
  • Cara-caranya:
  • 1. Masukkan tepung, gula pasir, susu tepung, ibu roti, bread improver dan gaul sebati.
  • 2. Buat lubang di tengah-tengah campuran tadi dan masukkan telur, gaul sebati.
  • 3. Tambahkan dengan water roux dan gaul lagi.
  • 4. Masukkan air sedikit demi sedikit dan uli hingga terbentuk doh. Kemudian tambahkan margerin sedikit demi sedikit dan uli hingga terbentuk doh yang cantik dan licin.
  • 5. Rehatkan hingga doh naik sekali ganda. Tutup dengan tuala dapur.
  • 6. Apabila doh naik sekali ganda, tumbuk-tumbuk doh tadi dengan lembut dan uli sekali lagi.
  • 7. Bahagi-bahagikan sama saiz dan bulat-bulatkan.
  • 8. Susun doh di dalam loyang yang telah dilenser dengan margerin. Rehatkan lagi hingga naik 3/4 tinggi loyang.
  • 9. Bubuh sedikit margerin di atas tiap doh tadi dan bakar pada suhu 180C selama 20 minit.
  • p/s: sebenarnya roti paun yang kak ummi buat cantik naiknya dan kembang macam bunga mekar tapi roti paun saya naik macam roti naik je. hehe...

SURAH TAHA.. AYAT 39 MULA DR TANDA JIM KECIL...

MENGHINDARI SUAMI DR KAHWIN LAIN20:39
"LETAKKANLAH ANAKMU DI DALAM PETI, KEMUDIAN LEPASKANLAH PETI ITU KE LAUT, MAKA BIARLAH LAUT ITU MEMBAWANYA TERDAMPAR KE PANTAI, SUPAYA DIPUNGUT OLEH MUSUHKU DAN MUSUHNYA; DAN AKU TELAH TANAMKAN DARI KEMURAHANKU PERASAAN KASIH SAYANG ORANG TERHADAPMU; DAN SUPAYA ENGKAU DIBELA DAN DIPELIHARA DENGAN PENGAWASANKU.

●●BUAT YANG TERSAKITI●●

Teruntuk seseorang yang pernah ku sakiti. Teruntuk seseorang yang kecewa dengan tingkahku selama ini, untuk dia yang terus berdiam diri, untuk seseorang yang pernah mengisi namanya dihatiku ini. Assalamu’alaikum wahai engkau yang pernah tersakiti, Lama kita tidak saling mengirim kabar, teramat lama juga kita membangun luka antara sesama kita. Maafkanlah aku yang terus kecewa, maafkan aku yang begitu posesif ingin melindungimu namun aku tak pernah mengerti cara yang dewasa yang kau anggap baik untuk melindungimu. Maafkanlah aku yang tak pernah dewasa dalam mengambil sikap. Teramat lama aku ingin segera mengakhiri perang dingin ini. Teramat lama aku ingin kita kembali berteman seperti dulu lagi, tanpa harus ada makian antara aku dan kamu. Teramat lama dan telah teramat sesak aku menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkan kata maaf ini. Maka maafkanlah aku. Apakah engkau harus terus memegang kata: tidaklah mudah untuk memaafkan. Bukankah Tuhan saja Maha Pemaaf, namun mengapa aku atau engkau tidak mampu memaafkan? Sudah menjadi tuhan-tuhan kecilkah kita? Atau memang engkau telah memaafkan segala kesalahanku? Namun mengapa telah terputus tali silaturahmi diantara kita? Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah begitu mudah memutuskan sesuatu yang berat, janganlah begitu mudah membenci sesuatu. Hal yang engkau anggap ringan itu sebenarnya adalah sesuatu yang berat di mata Allah. “Dan janganlah kebencianmu pada suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.” Masih ingatkah engkau suatu kisah, dimana engkau bercerita: “Aku pernah memiliki seekor domba, dulu domba itu begitu kusayang. Kemana aku pergi domba itu mengikutiku, dan kemana domba itu beranjak akupun mengikutinya. Namun suatu hari aku amat begitu buruk dan membencinya, domba itu mulai sering mengomel. Dia mengoceh betapa aku harus lebih sering mandi, dia terus berkelakar bahwa tidak baik jika aku tidak mandi. Dia mulai sering mengkritikku. Aku marah. Aku ku tinggalkan domba itu sendiri. Tidak peduli dia mau mati atau terisak nangis sendiri. Bahkan domba itu mulai membentak bahwa selama ini aku tidak ikhlas menemaninya, padahal aku ikhlas.” Dan aku pun tersenyum mendengar kisahmu. Aku pun berkata, “Mengapa tidak kau temani lagi dombamu yang sedang merajuk itu?” Kau pun ketus menjawab, “TIDAK! Dia bukan dombaku!” Tahukah engkau wahai seseorang yang pernah ku sakiti, aku pun kini merasakan apa yang dialami oleh domba itu. Terlalu sakitkah dirimu sehingga engkau begitu membenciku dan menjadikan aku laksana domba dalam ceritamu? Jangan seperti itu. Sungguh jangan seperti itu. Janganlah engkau seperti Yunus ketika meninggalkan kaumnya karena kemarahannya akibat kezaliman kaumnya dan Allah pun memperingatkan Yunus, “Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” Dulu kita pernah berteman baik sekali, hingga aku pun mengerti kapan kau akan sakit dalam tiap-tiap bulanmu. Dulu engkau begitu pengasih, hingga tahu betapa aku menginginkan sesuatu dan engkaupun memberikannya. Dulu, kita berdua begitu baik. Namun mengapa setelah datang kebaikan, timbul keburukan? Sedari awal, aku telah memaafkanmu. Bahkan aku merasa, kesalahanmu di mataku adalah akibat salahku. Aku yang memulai menanam angin, dan aku melihat badai di antara kita. Badai dingin yang amat begitu menyesakkan. Paling tidak untukku. Jangan takut jika engkau khawatir perasaan cinta yang dulu melekat akan kembali timbul. Aku bukanlah seorang baiquni seperti yang dulu lagi. Aku telah mengubah sudut pandangku tentang seseorang yang layak aku cintai. Aku sekarang sedang mencari bidadari. Ingin aku bercerita kepadamu, kandidat-kandidat bidadariku. Mengapa setelah habis cinta timbul beribu kebencian. Mengapa tidak mencoba membuka hati untuk seteguk rasa maaf. Jujur, bukan dirimu saja yang tersakiti, namun aku juga. Namun aku mencoba membuang semua sakit yang begitu menyobek hati. Andai engkau tahu wahai engkau yang pernah kusakiti. Pernahkah engkau menangis karenaku seperti aku menangis karenamu? Seperti aku terisak dihadapanmu. Pernahkah? Mungkin dirimu telah menemukan seseorang yang begitu engkau sayangi. Seseorang yang mampu membangkitkan hidupmu lagi, tetapi aku? Pernahkah engkau berpikir betapa hal yang engkau lakukan terhadapku begitu berdampak laksana katrina. Bahkan setelah itu aku masih memaafkanmu, bahkan aku menunduk memintamu memaafkan aku. Sudah menjadi tuhan kecilkah dirimu? Bahkan Tuhan saja memaafkan. Tahukah wahai engkau yang pernah tersakiti, betapa aku meneteskan air mata saat menulis ini. Betapa aku seolah pendosa laksana iblis yang terkutuk. Apakah engkau mengerti apa yang kurasakan? Mengertikah dirimu? Tak pernah ada manusia yang luput dari suatu kekhilafan. Tidak aku, tidak juga kamu wahai engkau yang pernah tersakiti. Maka, bukalah pintu maafmu itu. Untuk surat ini, untuk kekhilafanku yang lampau, untuk kenangan yang membuatmu sakit, untuk segala sesuatu tentang kita, aku minta maaf. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

renungan

  • Aku tahu, rizkiku tak mungkin diambil orang lain
  • Karenanya hatiku tenang
  • Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain
  • Maka aku sibukkan diriku bekerja dan beramal
  • Aku tahu Allah selalu melihatku
  • Karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat
  • Aku tahu kematian menantiku
  • Maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa rabku
  • ^,- saudaraku seiman ^,-
  • "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,agar mereka menjaga pandangannya,dan memelihara kemaluannya.Yang demikian itu lebih suci bagi mereka.Sungguh,Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"
  • -QS.An-Nur 30-
  • memandang bisa menyebabkan terukirnya hal yang dipandang didalam hati!!!
  • 4 Perkara di pandang sebagai Ibu yaitu. 1) Ibu dari segala obat adalah sedikit makan. 2) ibu dari segala adab adalah sedikit bercakap 3) Ibu dari segala Ibadat adalah takut buat dosa 4) Ibu dari segala cita - cita adalah sabar..~¤~..
  • Heem ?Alangkah Nikmatnya hidup orang - orang yg mendapatkan cahaya Allah Ta'ala. Ia menjadi penerang digelapnya kehidupan hadirnya membawa kehangatan dan kepergiannya di rindukan. Mereka yg bisa saja tdk mendapatkan banyak rezeki,materi,tapi kebahagiannya tdk memandang materi. Rasa kebahagiaanlah yg membuat hidup terasa indah.~..~
  • Barangsiapa yg rindu surga, maka akan segera dlm brbuat kebaikan. barangsiapa yg takut neraka, ia akan brhenti mngikuti hawa nafsunya. barangsiapa mengetahui dunia adlh negeri cobaan, maka smua musibah akan dihadapi dgn ikhlas n terasa ringan (ALI bin ABI THALIB)
  • TANGISILAH DIRIMU!!! KETIKA ANAKMU ATAU ORANG YG KAUSAYANGI MATI, ENGKAU MERASA SEAKAN KIAMAT TERJADI. TAPI,KETIKA AGAMAMU MATI, ENGKAU TDK MENANGIS BAHKAN TDK PEDULI (SYEKH ABDUL QADIR AL-JAILANI)
  • Syirik, dusta dan riya' adlh pohon dlm hati. Buahnya didunia adlh ketakutan, kekhawatiran, kesusahan, kesempitan dada dan kegelapan hati. Buahnya adlh adzab di neraka. (ibnu Qayyim Al Jauziyah)
  • Sesungguhnya diantara tanda2 telah dekatnya kiamat ialah manusia tdk mau mengucapkan salam kpd orng lain kecuali yang dikenalnya saja (sabda NABI MUHAMMAD SAW)
  • perlu kita ketahui Sobat ? Bahwa kesetiaan yang baik itu termasuk iman serta pengamalan agama. Engkau sepatutnya selalu melihat keutamaan saudaramu,bukanlah dirimu.~¤~
  • Untuk membentu bibir yang menawan,ucapkanlah kata-kata kebaikan.utk mendapatkan mata yg indah,carilah kebaikan pd setiap orang yg anda jumpai, utk mendapatkan bentuk badan yg langsing, bagikanlah makanan dgn mereka yg kelaparan. Utk mendapatkan Rambut yg indah mintalah seorang anak kecil utk menyisirinya dgn jemarinya setiap hari. Utk mendapatkan sikap tubuh yg indah berjalanlah dgn segala ilmu pengetahuan,dan ingat anda tdk akan pernah jalan sendirian..~¤~

Kami di ijabkabulkan~~

......

.....

Daisypath - Personal picture

Daisypath Anniversary tickers

Puteri ku sayang

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Doa setiap bingkisan ku. .panjangkanlah umur dan berikanlah kesihatan dan murahkanlah rezeki pada ibu ku..jadikan suami ku suami soleh anakku anak solehah..amin...pintaku selalu pada Mu Ya Allah...