Cinta allah

"Ya Allah..... Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami
mengikuti yang benar itu.Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar
dan permudahkan kami meninggalkannya." Amin.

Isnin, Mac 08, 2010

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari

Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 4832

APAM KENTANG

Bahan:-
200 gm gula pasir
175 ml air kelapa
25 ml air suji (*x letak pun, xtau..)
1 helai daun pandan
200 gm tepung beras
175 gm kentang, kukus, kupas dan lecek jadikan 150gm.
100 gm tepung gandum
1 sudu teh yis segera
1 sudu teh serbuk penaik
1 sudu teh garam
23 titi pewarna hijau
1/8 sudu teh esen pandan
250 ml santan dari 1/2 biji kelapa
20 bekas daripada takir daun pandan (hehe..x kuasa la nk membuatnya, ummi guna acuan apam je lah)
Bahan taburan:-
100 gm kelapa muda - diparut
1/2 sudu teh garam
1 helai daun pandan
Cara Membuat:-
Renih gula, air kelapa, air suji dan daun pandan hingga mendidih (jadikan 300 ml). Biarkan suam panas. Tuangkan ke dalam tepung beras dan kentang sambil dikacau hingga sebati. Setelah sejuk, masukkan tepung gandum, yis, serbuk penaik, garam, pewarna hijau dan esen pandan. Masukkan santan sedikit demi sedikit sambil dikacau lebihkurang 10 minit hingga sebati. Rehatkan selama 40 - 50 minit. Tuangkan ke dalam takir daun pandan. Kukus selama 30 minit dengan api yang besar. (*ummi letakkan acuan kosong dulu dalam kukusan selama 2 minit, baru dituangkan adunan dan kukus).
Sementara itu, campurkan sume bahan untuk taburan dan kukus sebentar. Taburkan atas apam bila menghidang.

APAM KENTANG

DR BLOG KEKAWAN YG SUKER MASAK....ERMMM BESTNYERRR
http://ummizaihadi-homesweethome.blogspot.com/
Bahan A:-
  • 3 sudu makan tepung gandum
  • 2 sudu teh yis segera
  • 1 sudu teh gula kastor
  • 3 sudu makan air suam
Bahan B:-
  • 200 gm keledek (dikukus) (Ummi guna keledek kaler oren tu)
  • 180 gm gula kastor (Ummi kurangkan 150 gm ikut MaDiHa gak)
  • 1 biji telor
  • 150 ml santan pekat
Bahan C:- (ayak bersama)
  • 200 gm tepung gandum
  • 1 sudu teh Double Action Baking Powder
Cara Membuat:-
  1. Campurkan bahan-bahan A dan kacau hingga sebati. Kemudian biarkan adunan selama 5 - 10 minit.
  2. Kemudian campurkan semua bahan-bahan B dan kisar halus. Tuangkan ke dalam mangkuk adunan.
  3. Masukkan bahan C ke dalam adunan B yang dikisar sedikit-demi sedikit dan kacau rata.
  4. Masukkan pula bahan-bahan A tadi dan kacau hingga sebati. Biarkan adunan sehingga 1 jam (Ummi tutup mangkuk adunan).
  5. Panaskan kukusan dan bolehlah dituangkan adunan tadi ke dalam loyang besar atau acuan-acuan kecil yang telah disapu dengan sedikit minyak dan kukuslah hingga masak (Ummi guna acuan kecil dan kukus selama 15 - 18 minit).
  6. Hidangkan bersama kelapa muda parut yang digaul dengan sedikit garam dan kukus kelapa sebentar agar kelapa tidak mudah basi.

APAM MEKAR

APAM MEKAR COPY PASTE DR BLOG~~~
http://ummizaihadi-homesweethome.blogspot.com/
Bahan:- (menghasilkan 25 biji bergantung kepada acuan)
  • 250 gm gula (*akak guna gula kastor)
  • 2 biji telur
  • 1 s/k esen vanilla
  • 200 ml susu segar
  • 300 gm tepung gandum
  • 1 s.k ovallate
  • pewarna merah dan hijau
  • acuan kertas secukupnya

Cara-Cara:-

  1. Panaskan kukusan
  2. Pukul gula dan telur sehingga kembang dan gebu.
  3. Masukkan essen vanilla dan pukul lagi.
  4. Masukkan tepung gandum, susu dan ovallate. Pukul lagi sehingga gebu.
  5. Bahagiakan adunan kepada 3 mangkuk.
  6. Masukkan perwarna merah dan hijau dalam mangkuk yg berasingan.
  7. Masukkan adunan dalam pelastik piping bag setiap warna yg berlainan.
  8. Picitkan serba sedikit setiap warna kedalam acuan kertas.
  9. Letakkan acuan kertas dalm acuan apam dan kukus selama 15 minit.
  10. Bila telah masak angkat dan hidangkan.

NOTA: jika tak mahu warna -warni..just masukkan coklat cair sebahagian adunan dan sebahagian lagi biarkan plain [warna asal].. dan masukkan dua-dua dalam paper-cup dan kukus saperti biasa dengan api besar..

SABAR ITU INDAH

Sabar bila dikeji,
Sabar bila dihina, difitnah,
Sabar melawan musuh,
Walau terpaksa bergelut dengan air mata dan darah,
Hati mereka tidak pernah terusik,
tidak gentar,
Tidak pernah berubah pendiriannya,
Umpama batu karang di tengah lautan,
Tidak berubah walau dipukul ombak dan gelombang yg bergulung2..
Kerana hidup dan mati mereka
Tidak lain mengharap keredhaan Allah..
Tanggungjawab Anak Kepada Kedua Orang Tua
1. Berbicaralah kamu kepada kedua orang tuamu dengan adab dan janganlah mengucapkan “Ah” kepada mereka, jangan hardik mereka, berucaplah kepada mereka dengan ucapan yang mulia.
2. Selalu taati mereka berdua di dalam perkara selain maksiat, dan tidak ada ketaatan kepada makhluk di dalam bermaksiat kepada sang Khalik.
3. Lemah lembutlah kepada kedua orangtuamu, janganlah bermuka masam serta memandang mereka dengan pandangan yang sinis.
4. Jagalah nama baik, kemuliaan, serta harta mereka. Janganlah engkau mengambil sesuatu tanpa seizin mereka.
5. Kerjakanlah perkara-perkara yang dapat meringankan beban mereka meskipun tanpa diperintah. Seperti melayani mereka, belanja ke warung, dan pekerjaan rumah lainnya, serta bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu.
6. Bermusyawarahlah dengan mereka berdua dalam seluruh kegiatanmu. Dan berikanlah alasan jika engkau terpaksa menyelisihi pendapat mereka.
7. Penuhi panggilan mereka dengan segera dan disertai wajah yang berseri dan menjawab, “Ya ibu, ya ayah”. Janganlah memanggil dengan, “Ya papa, ya mama”, karena itu panggilan orang asing (orang-orang barat maksudnya –pent.).
8. Muliakan teman serta kerabat mereka ketika kedua orang tuamu masih hidup, begitu pula setelah mereka telah wafat.
9. Janganlah engkau bantah dan engkau salahkan mereka berdua. Santun dan beradablah ketika menjelaskan yang benar kepada mereka.
10. Janganlah berbuat kasar kepada mereka berdua, jangan pula engkau angkat suaramu kepada mereka. Diamlah ketika mereka sedang berbicara, beradablah ketika bersama mereka. Janganlah engkau berteriak kepada salah seorang saudaramu sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua.
11. Bersegeralah menemui keduanya jika mereka mengunjungimu, dan ciumlah kepala mereka.
12. Bantulah ibumu di rumah. Dan jangan pula engkau menunda membantu pekerjaan ibumu.
13. Janganlah engkau pergi jika mereka berdua tidak mengizinkan meskipun itu untuk perkara yang penting. Apabila kondisinya darurat maka berikanlah alasan ini kepada mereka dan janganlah putus komunikasi dengan mereka.
14. Janganlah masuk menemui mereka tanpa izin terlebih dahulu, apalagi di waktu tidur dan istirahat mereka.
15. Jika engkau kecanduan merokok, maka janganlah merokok di hadapan mereka.
16. Jangan makan dulu sebelum mereka makan, muliakanlah mereka dalam (menyajikan) makanan dan minuman.
17. Janganlah engkau berdusta kepada mereka dan jangan mencela mereka jika mereka mengerjakan perbuatan yang tidak engkau sukai.
18. Jangan engkau utamakan istri dan anakmu di atas mereka. Mintalah keridhaan mereka berdua sebelum melakukan sesuatu karena ridha Allah tergantung ridha orang tua. Begitu juga kemurkaan Allah tergantung kemurkaan mereka berdua.
19. Jangan engkau duduk di tempat yang lebih tinggi dari mereka. Jangan engkau julurkan kakimu di hadapan mereka karena sombong.
20. Jangan engkau menyombongkan kedudukanmu di hadapan bapakmu meskipun engkau seorang pejabat besar. Hati-hati, jangan sampai engkau mengingkari kebaikan-kebaikan mereka berdua atau menyakiti mereka walaupun dengan hanya satu kalimat.
21. Jangan pelit dalam memberikan nafkah kepada kedua orang tua sampai mereka mengeluh. Ini merupakan aib bagimu. Engkau juga akan melihat ini terjadi pada anakmu. Sebagaimana engkau memperlakukan orang tuamu, begitu pula engkau akan diperlakukan sebagai orang tua.
22. Banyaklah berkunjung kepada kedua orang tua, dan persembahkan hadiah bagi mereka. Berterimakasihlah atas perawatan mereka serta atas kesulitan yang mereka hadapi. Hendaknya engkau mengambil pelajaran dari kesulitanmu serta deritamu ketika mendidik anak-anakmu.
23. Orang yang paling berhak untuk dimuliakan adalah ibumu, kemudian bapakmu. Dan ketahuilah bahwa surga itu di telapak kaki ibu-ibu kalian.
24. Berhati-hati dari durhaka kepada kedua orang tua serta dari kemurkaan mereka. Engkau akan celaka dunia akhirat. Anak-anakmu nanti akan memperlakukanmu sama seperti engkau memperlakukan kedua orangtuamu.
25. Jika engkau meminta sesuatu kepada kedua orang tuamu, mintalah dengan lembut dan berterima kasihlah jika mereka memberikannya. Dan maafkanlah mereka jika mereka tidak memberimu. Janganlah banyak meminta kepada mereka karena hal itu akan memberatkan mereka berdua.
26. Jika engkau mampu mencukupi rezeki mereka maka cukupilah, dan bahagiakanlah kedua orangtuamu.
27. Sesungguhnya orang tuamu punya hak atas dirimu. Begitu pula pasanganmu (suami/istri) memiliki hak atas dirimu. Maka penuhilah haknya masing-masing. Berusahalah untuk menyatukan hak tersebut apabila saling berbenturan. Berikanlah hadiah bagi tiap-tiap pihak secara diam-diam.
28. Jika kedua orang tuamu bermusuhan dengan istrimu maka jadilah engkau sebagai penengah. Dan pahamkan kepada istrimu bahwa engkau berada di pihaknya jika dia benar, namun engkau terpaksa melakukannya karena menginginkan ridha kedua orang tuamu.
29. Jika engkau berselisih dengan kedua orang tuamu di dalam masalah pernikahan atau perceraian, maka hendaknya kalian berhukum kepada syari’at karena syari’atlah sebaik-baiknya pertolongan bagi kalian.
30. Doa kedua orang itu mustajab baik dalam kebaikan maupun doa kejelekan. Maka berhati-hatilah dari doa kejelekan mereka atas dirimu.
31. Beradablah yang baik kepada orang-orang. Siapa yang mencela orang lain maka orang tersebut akan kembali mencelanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencela kedua orang tuanya dengan cara dia mencela bapaknya orang lain, maka orang tersebut balas mencela bapaknya. Dia mencela ibu seseorang, maka orang tersebut balas mencela ibunya.” (Muttafaqun ‘alaihi).
32. Kunjungilah mereka disaat mereka hidup dan ziarahilah ketika mereka telah wafat. Bershadaqahlah atas nama mereka dan banyaklah berdoa bagi mereka berdua dengan mengucapkan, “Wahai Rabb-ku ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Waha Rabb-ku, rahmatilah mereka berdua sebagaimana mereka telah merawatku ketika kecil”. (*) by Hassan

Mertua

EMAK MERTUAKU SAYANG.....YG BAJU PINK MAMA NYER SUAMI KU...YG KECIK2 SEMUA PINK TU ADIK2 IPAR POMPUAN UMI TU HUHUHU

mertua mesti dimuliakan seperti kita menghormati orang tua sendiri.

Kalau

mereka kecil hati, samalah seperti tersinggungnya hati emak. Kita sayang anaknya kenapa tidak sayang orang yang melahirkannya juga? Saya tahu, ada menantu kecil hati dan pendam perasaan terhadap mertua yang terlalu ambil berat tentang anaknya.

Bersabarlah

dan jalin hubungan baik kerana taraf mereka sama seperti ibu bapa kandung.

Kewajipan anak lelaki, pertama kepada Allah, kedua rasul, ketiga emak dan emak mertua, keempat bapa dan bapa mertua dan kelima baru isteri. Isteri kena faham, kalau dia sayang dan melebihkan ibu bapa, itu memang wajar.

Sebaliknya anak perempuan, yang pertama Allah, kedua rasul dan ketiga suami. Jalan pintas ke syurga bagi anak-anak selain Allah adalah emak dan ayahnya. Perasaan mertua perlu dijunjung kerana mereka berhak ke atas menantu.

Seperti kisah Nabi Allah Ibrahim dengan anaknya Nabi Ismail. Suatu hari, Nabi Ibrahim ke rumah anaknya dan kebetulan Nabi Ismail tidak ada di rumah isterinya pun tidak kenal dengan mertuanya. Menantu berkasar menyebabkan Nabi Ibrahim kecil hati. Dan sebelum balik dia berpesan kepada menantunya suruh suaminya tukar alang rumah kepada yang baru. Bila Nabi Ismail balik, isterinya pun menggambarkan rupa lelaki tersebut menyampaikan pesan. Nabi Ismail sedar itu adalah ayahnya. Nabi Ismail insaf di sebalik simbol kata-kata ayahnya, bahawa isterinya bukan daripada kalangan wanita yang berakhlak, lalu diceraikan.

Nabi Ismali berkahwin kali kedua dan bapanya masih tidak mengenali menantu. Sekali lagi Nabi Ibrahim melawat dan menantunya melayan dengan bersopan santun walaupun tidak kenal siapa Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim tertarik hati dan sebelum balik berpesan lagi, katakan alang rumah anaknya sudah cukup baik dan jangan ditukar kepada yang lain.

Tiada namanya lautan jika ia tidak bergelora, tiada namanya bumi jika tidak ditimpa hujan dan tidak namanya kehidupan jika tiada masalah. Rumahtangga merupakan alam baru yang perlu ditempuh tanpa ada tempoh percubaan. Kebahagiaan atau sebaliknya amat bergantung sejauh mana persediaan pasangan itu dalam bekerjasama mewujudkan keharmonian dan persefahaman sesama mereka.

suami isteri

. Isteri adalah berkongsi peranan dalam membantu suami mencapai matlamat rumahtangga yang dibina. Tahniah Elin Nordegren!

Kata orang, memohon maaf atas sesuatu kesalahan kita adalah satu perbuatan yang paling sukar untuk dilakukan. Membaiki hubungan yang tercalar juga bukan satu perkara yang mudah apalagi untuk mendapatkan kembali kepercayaan dalam hubungan. Setiap perkahwinan harus memberi ketenteraman dan kebahagiaan, cinta dan kasih sayang antara dua pihak. Ketenangan dalam rumahtangga tidak akan wujud tanpa berusaha ke arahnya.

Tidak mustahil jika berlalu krisis di dalam sebuah rumahtangga walau bagaimana harmoni kehidupan rumahtangga tersebut. Kejadian krisis dalam rumahtangga boleh memberi kesan yang positif apabila ia dikendalikan atau ia diselesaikan dengan baik kerana ia boleh mengeratkan lagi hubungan

Cabaran dan dugaan dalam rumahtangga boleh datang dari dalam diri kita sendiri atau datang daripada pasangan atau datangnya dari orang ketiga berbentuk bisikan manusia dan bisikan iblis. Sekiranya kapalnya masih boleh belayar, kita perlu bertindak sebelum kapal tenggelam dan anak kapal mati kelemasan .

kisah,,kat blog kekawan>>>

Ibu Mertuaku

Emak mertua telah menjemput anak menantunya dari kediaman untuk di bawak berjalan-jalan ke rumah sanak-saudara.

Sungguh comel aktiviti tersebut. Emak mertua saya energetic orangnya. Seorang pemandu yang masih hebat. Seorang emak yang comel sekali dan suka bercerita. Eh bercakap pasal comel, patutlah suami saya pon comel sekali sebab emak dia comel. Bini pon comel juga tumpang sekaki tak nak kalah macam biasa. HAHA. Jangan biarkan Chika tergelincir kang entry neh intro lain ending lain.

Emak mertua cakap, sanak-saudara telah mentuduh emak menyembunyikan menantu. Bukan emak mertua sahaja dituduh sedemikian rupa. Emak saya juga dituduh atas tuduhan yang sama. Err. Itulah siapa suruh sehari lepas majlis terus fly jauh meninggalkan tanah air.

Untuk memendekkan cerita, saya telah dibawa ke beberapa buah rumah. Dimulai dengan kediaman kenalan emak mertua saya di Keramat.Kemudiannya ke rumah Mak Long di Setiawangsa dan akhirnya keGombak. Bertemu

emak saudara di sebelah arwah bapa mertua saya.

Menyeronokkan sekali. Tak percaya telah melalui fasa ini dalam kehidupan yang belum lanjut ini. Eceh.

Jumpa saudara mara dan diperkenalkan sebagai seorang menantu merupakan satu pengalaman yang berharga.

Namun demikian, menerima pertanyaan ‘Hizwani tak balik sama?’ sungguh menikam kalbu &^%#$* Well, what to do. My husband has nothing to do with Malaysia T______T Kejap. Mana aku dapat idea membuat statement

My husband has nothing to do with Malaysia

neh?Aik?

Saya tidak tahu bagaimanakah sepatutnya hubungan mertua dengan menantu. Sebab

tiada garis panduan dalam membentuk hubungan antara mertua dan menantu.

Ia bergantung kepada keadaan. Atau lebih thrill, ia bergantung kepada nasib.

Mungkin anda beruntung sebab emak mertua melayan anda bagaikan Tuan Puteri

. Datang rumah emak mertua basuh tangan sahaja takyah basuh pinggan. HAHA. Mungkin juga anda bertuah sebab emak mertua anda tidak peduli kalau anda terbaring tergolek di ruang tamu dari jam 10 pagi sampai jam 5 petang. Pastu kejap lagi emak mertua datang bawak pencuci mulut. Itu kalau bernasib baiklah dapat emak mertua penyayang tiada tandingan lagi.

Kalau dapat emak mertua yang bukan sahaja tidak ingin menghidangkan pencuci mulut, malah anda yang dicuci berkali-kali sehari, tak boleh duduk menonton tv kang kena lastik, atau lebih dahsyat, rumahtangga anda dikuasai emak mertua. Cukup pedih hakikat tersebut NAMUN

jangan sesekali bertindak luarbiasa ke atas emak mertua tersebut.

Emak mertua adalah emak kepada suami kita. Eh

apsal kau nak derhaka dengan wanita yang melahirkan suami kau?

Cannot cannot. Bagi saya, kisah emak mertua garang adalah kisah biasa dalam masyarakat. Konflik emak mertua dengan anak menantu (terutamanya menantu perempuan) adalah satu perkara umum yang bukan aneh lagi.

Takyah nak pelik sangat kalau emak mertua tak suka anak menantu.

Atau kalau anak menantu tak selesa dengan emak mertua dia. Takyah pelik takyah.

Malah kejadian ini berlaku ke atas emak saya sendiri dulu. Arwah nenek saya err… garang. Bukan garang macam garang-garang manja. Memang garang secara betul. Anak menantu jangan harap nak duduk menonton Cerekarama sambil menghirup minuman panas di depan TV. Jangan harap boleh bangun lambat pastu basuh tangan, makan.

Tapi saya kagum dengan emak saya sebab sangat mentaati emak mertuanya yang garang tersebut

. Atau dalam kata lain, arwah nenek saya.

Bagi saya, peranan suami penting. Kalau suami pon kaki derhaka suka lawan cakap emak dia, tak mustahil isteri pon tumpang sekaki jadi derhaka sama. Tapi cuba kalau suami jenis yang mentaati emak dia. Langsung tak berani angkat muka. Seperti bapa saya contohnya. Sumpah tak berani langsung angkat muka dengan arwah emak beliau. Kalau arwah nenek saya marah-marahkan emak saya pon, bapa saya boleh diam langsung tak pergi jadi Hero tarik emak balik rumah pastu boikot emak sendiri ke apa. Itu koleksi Drama Melayu nama dia. Bapa saya sebaliknya diam tak berbunyi apa. Balik rumah nanti, barulah dia cakap dekat emak saya ; Sabar je. Nanti lama-lama dia suka.

BENAR SEKALI.

Lama-kelamaan, emak saya menjadi menantu terbaik dihatinya. Sebab emak tak pernah melawan. Emak kata, dia tak berani nak melawan sepatah kata pon sebab melihatkan sikap bapa saya sendiri yang sungguh taat dengan ibunya. Simpan satu pengalaman yang saya belajar sejak saya kecil tentang hubungan emak saya dengan arwah nenek saya :

Orang tua ni kau jangan lawan dia. Jangan lawan dia secara gusti atau secara kasar. Lawan dia secara halus. Kau tunduk saja dengan kehendak dia. Telan saja apa kata dia

(I bet, emak mertua kalau paling marah pon tak akan sampai menembak peluru sesat dekat kita. Sebab dia pasti tahu akan hakikat yang kita ni wanita kesayangan anak dia. Apsal dia nak musnahkan kita pulak?)

Emak mertua ni kadang-kadangnya dia mencari pasal dengan anak menantu tanpa sebab. Sekadar mengikut budaya. Memang dah budaya menjadikan bahawa emak mertua mesti kena kerek dengan anak menantu. Sebab itulah dia pon nak kerek juga walaupon tiada sebab sangat. Sebab itulah abaikan. Anggap sahaja konflik dan ketidakselesaan dalam hubungan mertua-menantu satu budaya yang sebenarnya bukan apa-apa. Tapi kalau kau layan atau suka nak lawan, I bet! Bukan sahaja emak mertua terus berkeras hati dengan anda, malah akan mengganggu hubungan anda dengan suami.

Sebab satu hakikat tentang lelaki : Jangan sesekali bercakap tak baik tentang ibunya.

Habis hubungan Chika dengan emak mertua?

Alhamdulillah. Saya senang sekali setiap kali bertemu emak mertua saya (sebab beliau comel) HAHA. Betul tidak menipu anda. Emak mertua saya kuat bercerita dan sesekali pandai mengusik secara yang tidak disangka-sangka.

Emak mertua saya jenis yang up-to-date.

Tidak berciri makcik kampung maksud saya. Beliau bercakap secara educated. Kalau berbual dengannya, jangan harap ah kau nak cakap pasal gulai masak lemak atau cara-cara menjahit manik. Sumpah mak mertua I tak join perbualan sedemikian rupa. HAHA.

Beliau berbual tentang isu semasa

. Pastu kadang-kadang saya tak updated pon dengan kes di Malaysia. Habis kantoi. Ha padan muka kau, Chika! HAHA.

Namun saya tahu, beliau seorang yang strict

. Kalau dah janji, jangan lambat. Kalau lambat sikit, memang nahaslah tercuak-cuak jantung berdegup kencang. Boleh bergurau dengan beliau tapi sumpah tak berani bergurau berlebihan. Bergurau setakat mewujudkan suasana sahaja. Kalau kata nak bergurau bertepuk tampar itu, please be in control (eh tagline Brylcream!) Namun demikian, saya rasa inilah mungkin cara yang sepatutnya wujud.

Pertama,

ia menjamin rasa hormat antara menantu dan mertua.

kalau emak mertua banyak bagi muka dekat menantu, nanti wujudlah fenomena menantu pandai basuh tangan tapi lupa nak basuh pinggan.

Kedua,

emak mertua pon perlu bersosial dengan menantu.

Saya suka emak mertua saya sebab energetic. Berjalan keliling KL pon beliau bertenaga sahaja. Sebut sahaja kompleks membeli-belah di KL, jalan-jalan yang wujud di KL atau apa ceruk pelosok pon, pasti beliau tahu. Sudah beberapa kali saya berjalan-jalan bersama emak mertua saya. Enjoy. Memang enjoy sebab emak mertua saya pandai berjalan dan yang penting, pemandu yang hebat.

Ketiga,

untuk mengelak kejadian tidak diingini di hari depan, eloklah jika kita jarang-jarang sekali bertemu dengan mertua kita.

Sesekali bertemu barulah bercerita itu ini. Dan jangan lupa, kena pandai bersembang mengikut personaliti emak mertua anda. Kalau emak mertua anda jenis minat menjahit, buat-buatlah bercakap tentang saiz jarum atau warna benang ke apatah lagi. Takyah bukak kisah enjing empat lejang kang dia bosan abes kita sendiri yang makan hati. HAHA.

Keempat,

emak mertua saya bukan jenis yang mushy mushy

(memetik kata-kata husband saya). Kalau dia tidak suka, dia tidak menunjukkan kebenciannya secara nyata. Tidaklah jenis menghamun menantu ke apa. Atau kalau kita datang dia tarik muka empat belas ke.

TIDAK SAMA SEKALI.

Tetap akan melayan orang dengan baik. tetap akan bukakan pintu. Tetap akan sediakan makan. Tetap akan cakap ;

Nurul takyah basuh pinggan nanti mak basuh. Kalau beliau suka pon,

tidak akan sesekali memuja-memuji kita di khalayak ramai

seperti perbuatan emak mertua dalam filem melayu korporat. Cerita sana sini menantu baik, menantu cantek, menantu pandai menjahit manik, menantu ada blog, menantu hebat main FB atau pon menantu pandai mengarang entry dalam blog. Eh ni ciri-ciri siapa pulak neh? KAH KAH KAH. Itu contohlah. Contoh. Emak mertua saya memang bukan jenis seperti itu. Yang saya tahu,

selagi kedatangan saya dan pertemuan kami boleh menjana senyum dan membuatkannya bercerita itu ini kepada saya, selagi itulah saya berasa cukup dah.

Senang hati dah. Tak harap emak mertua pergi puji bagitahu rakan-rakan bahawa anak menantu pandai menjahit manik. CEH. Mana ada aku menjahit manik pon HAHAHA.

Malah saya tidak perlu bertanyakan pendapat sesiapa pon samada emak mertua saya suka saya atau tidak. Sebab hubungan mertua-menantu itu sesuatu yang rumit to define. Yang saya tahu,

selagi pertemuan kami mewujudkan suasana gembira, selagi itulah saya berpuas hati

. Dan selagi suami tidak membuat komplen tentang sikap saya terhadap emaknya.

Tiada tips untuk mengambil hati emak mertua. Sebab seperti yang telah saya katakan,

kerumitan hubungan menantu-mertua itu dah jadi macam satu budaya.

Kesukaran akan wujud tanpa sebab. Suka atau tidak suka bergantung kepada kehendak emak mertua sendiri yang kadang-kalanya lahir tanpa sebab. Tapi bersikap baiklah selalu. Jangan tunjuk perangai buruk depan-depan. Ambil hati dan belajarlah berbual dengannya.

Saya bersyukur kerana tidak dikurniakan emak mertua yang garang dan membenci kita depan-depan langsung tak bagi muka.

Emak mertua saya baik hati dan mudah tersenyum.

Wah, lega hatiku. Saya bersyukur sebab emak mertua saya energetic dan sungguh steady. Saya bersyukur sebab emak mertua saya bukan jenis emak-emak yang suka mencampuri urusan rumahtangga anak-anak. Saya bersyukur sebab emak mertua saya bijakbestari pandai menguruskan macam-macam perkara.

Saya bersyukur sebab emak mertua saya cantek dan menghasilkan anak lelaki yang cantek sekali.

HAHAHA. Maksud saya, bersikap cantek. Dan anaknya yang paling comel dihatiku.

Saya bersyukur sebab emak mertua saya masuk meminang saya untuk anaknya dan mengahwinkan anaknya dengan saya.

Yahoooooooo. Kalaulah dia tidak izinkan, habis. HAHAHAHA.

Terima kasih emak sebab mengizinkan kami berkahwin.

HAHAHAHAHAHA Apsal boleh ending keluar statement neh? HAHAHAHAHAHAHA Chika keluar skang!

Semoga emak mertua saya sihat-sihat selalu dan bergembira atas kegembiraan kami. Amin.

Syurga suami tetap terletak di bawah kaki ibunya.

Dan syurga isteri ada pada suaminya. Pandai-pandailah adjust.

Kami di ijabkabulkan~~

......

.....

Daisypath - Personal picture

Daisypath Anniversary tickers

Puteri ku sayang

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Doa setiap bingkisan ku. .panjangkanlah umur dan berikanlah kesihatan dan murahkanlah rezeki pada ibu ku..jadikan suami ku suami soleh anakku anak solehah..amin...pintaku selalu pada Mu Ya Allah...