Cinta allah

"Ya Allah..... Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami
mengikuti yang benar itu.Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar
dan permudahkan kami meninggalkannya." Amin.

Rabu, Mac 10, 2010

Syukuri nikmat..

م
Nikmat dan musibah, kesusahan dan kesenangan, tidak lain adalah ujian yang akan terus mewarnai kehidupan manusia. Tidak akan ada satu manusia pun di dunia ini yang terbebas dari yang namanya ujian. Kerana, dengan ujian itulah maka manusia dapat menjadi makhluk yang sesuai dengan fitrahnya. Tanpa ujian, maka nescaya manusia akan terjerumus dalam liang kehinaan.
Sungguh betapa besar dan banyak nikmat yang telah dikurniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita. Setiap hari silih berganti kita merasakan satu nikmat kemudian beralih kepada nikmat yang lain. Di mana kita terkadang tidak membayangkan sebelum akan terjadi dan mendapatkannya. Sangat besar dan banyak kerana tidak boleh untuk dihitung dengan alat secanggih apapun di masa kini. Allah Subhanahu wa Taala berfirman, "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS an-Nahl 16 : 18)
Seandainya nikmat itu bukanlah satu bentuk ujian, maka tidak akan ada manusia yang akan bersyukur kepada Allah subhanahu wa Taala dan berbagi dengan sesamanya. Jika musibah bukanlah satu ujian, maka tidak akan ada manusia yang akan membantu manusia lainnya, tidak akan ada manusia yang akan bersabar atas musibah yang menimpanya, dan tidak akan ada manusia yang mau beribadah di tengah musibah yang menimpanya.
Pengertian syukur adalah merasa dalam hati, menyebutnya dengan lidah dan mengerjakannya dengan anggota badan. Maksudnya merasa dalam hati, ialah mensyukuri semua nikmat hidup, nikmat rezeki, kepandaian dan seluruh alam semesta serta segala nikmat yang tidak terhitung jumlahnya yang Allah kurniakan dan sediakan untuk seluruh hamba-Nya. Mengucapkan dengan lidah, bersukur, Alhamdulillah dengan sepenuh hati. Dan kemudian mengerjakan dengan anggota badan adalah, kita mensyukuri segala nikmat Allah untuk kita, sejak mula awal penciptaan kita, di mana Allah Subhanahu wa Taala selalu mengurus kita, memenuhi segala hajat keperluan kita, bahkan di saat kita belum mampu menyedari apa-apa saja yang menjadi hajat keperluan kita, Allah Subhanahu wa Taala telah melengkapinya. Ini semua wajib kita syukuri, dengan menjalankan semua perintah dan larangan-Nya dengan sebaik-baiknya, dengan tulus ikhlas, tanpa merasa keberatan dan tidak bermalas-malasan.
Allah Subhanahu wa Taala sangat Maha Pengasih dan Penyayang pada kita semua, kita diperintah untuk mensyukuri nikmat Allah menurut kadar kekuatan yang diberikan Allah kepada kita, bukan sebanyak atau sebesar nikmat yang diberikan, sebab itu sangat tidak mungkin. Allah memberi nikmat yang besar sesuai dengan kebesaran Allah, sedangkan Kita diharuskan mensyukuri nikmat dari Allah menurut kadar kelemahan dan kemampuan Kita.
Nikmat adalah salah satu bentuk ujian yang akan membawa manusia memperoleh derajat yang lebih tinggi, di dunia dan di akhirat. Namun sayang sekali, ternyata nikmat juga merupakan salah satu bentuk ujian Allah Subhanahu wa Taala bagi hamba-Nya yang justeru banyak melalaikan mereka dari mengingat dan taat kepadaNya. Nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Taala tebarkan di muka bumi, justeru telah membuat banyak manusia semakin menjauh dan kufur kepadaNya. Mereka lupa bahawa sesungguhnya segala bentuk nikmat yang telah mereka dapatkan adalah berasal dari Allah subhanahu wa Taala. Mereka menganggap, segala yang telah mereka miliki adalah hasil jerih payah mereka sendiri, semata kerana kepandaian mereka sendiri. Dalam hal ini Allah swt telah berfirman di dalam Al Quran, yang ertinya, "Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: "Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Rabbku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya". Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras. (QS. Fushshilat 41 : 50)
Ketahuilah, tiada Allah memberikan suatu nikmat pada hamba-Nya, kemudian hamba itu mengucap Alhamdulillah melainkan nilai pujian Alhamdulillah itu jauh lebih besar dari nikmat yang diberikan itu. Nabi Dawud as berkata, "Tuhanku, anak Adam ini telah Engkau beri pada tiap rambut ada nikmat di atas dan di bawahnya, maka bagaimana akan dapat menunaikan syukurnya kepada-Mu. Jawab Allah : Hai Dawud, Aku memberi sebanyak-banyaknya dan rela menerima yang sedikit, dan untuk mensyukuri nikmat itu cukup bila engkau mengetahui bahawa nikmat yang ada padamu itu dari Aku. (Dinukilkan oleh Imam Ibn Athaillah al Sakandari dalam kitabnya)
Maka kesimpulannya, syukur itu berkaitan dengan hati, lisan dan anggota badan. Adapun tugasnya hati adalah pertama, mengakui nikmat tersebut semata-mata datangnya dari Allah bukan dari yang lainnya walaupun sebabnya boleh jadi melalui teman, jual beli atau yang lainnya akan tetapi semuanya itu hanyalah sebab atau perantara dalam mendapatkan nikmat akan tetapi pada hahikatnya yang memberinya hanyalah Allah semata; dan kedua, mencintai Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut demikian juga mencintai nikmat tersebut.
Sebaiknya kita jadi hamba Allah yang selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Jagalah diri kita agar tidak menjadi hamba Allah yang tidak bisa mensyukuri nikmat dari Allah. Dan bila ada dari kita yang masih merasa kurang puas dengan nikmat rezeki yang sedikit yang telah dikurniakan Allah untuk kita, dan sering mengeluh, seperti tidak cukup dan sebagainya, maka sedarlah segera, kerana Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, “Siapa yang tidak mensyukuri nikmat yang sedikit, maka tidak akan dapat mensyukuri nikmat yang banyak. Dan siapa yang tidak berterima kasih kepada sesama manusia, bererti tidak syukur kepada Allah” (Hadith Nabi s.a.w dikutip dari Al-Hikam, Ibn Athaillah al Sakandari)
Orang yang bersyukur jiwanya akan menjadi semakin bersih. Dia akan bertambah dekat kepada Tuhan dan semakin sedar bahawa nikmat itu adalah kurniaan Illahi yang perlu dipergunakan untuk kebaikan sesama manusia. Seseorang yang memperolehi kekayaan, maka kekayaan itu hendaklah digunakan pula untuk keperluan kebaikan seperti membantu fakir miskin, menolong orang yang memerlukan dan sebagainya. Orang berpangkat dan berkuasa hendaklah melakukan kebaikan terhadap orang di bawah atau rakyat jelata.
Ketahuilah sesungguhnya bagi orang bersyukur maka nikmat yang diperolehinya semakin bertambah. Ini jelas dinyatakan Allah dengan firman-Nya yang bermaksud: "Jika kamu bersyukur maka Aku (Tuhan) akan menambah (nikmat) itu kepada kamu. Dan jika kamu engkar maka sesungguhnya seksa Aku amat pedih." (QS Ibrahim 14 : 7)
Sedar akan pentingnya sikap ini, maka syukurilah nikmat kurniaan Allah kepada kita baik nikmat lahir atau batin. Mudah-mudahan dengan berbuat demikian, maka nikmat itu akan kekal berterusan bersama kita dan hidup kita pula akan mendapat keredhaan Allah baik di dunia atau akhirat.
Sekian untuk renungan bersama.
Kosongkanlah hatimu dari kotoran-kotoran hati nescaya
DIA akan mengisinya dengan Ma'rifah dan rahsia-rahsia.
~Imam Ibnu Ataillah Askandary~

.

بسم الله الرحمن الرحي

Tiada ulasan:

Kami di ijabkabulkan~~

......

.....

Daisypath - Personal picture

Daisypath Anniversary tickers

Puteri ku sayang

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Doa setiap bingkisan ku. .panjangkanlah umur dan berikanlah kesihatan dan murahkanlah rezeki pada ibu ku..jadikan suami ku suami soleh anakku anak solehah..amin...pintaku selalu pada Mu Ya Allah...