Cinta allah

"Ya Allah..... Tunjukkan kepada kami yang benar dan jadikan pilihan kami
mengikuti yang benar itu.Dan juga tunjukkan kepada kami yang tidak benar
dan permudahkan kami meninggalkannya." Amin.

Isnin, Mac 08, 2010

SEGALANYA MILIK ALLAH~~mati itu pasti

Namun begitu saya ingin berkongsi satu pelajaran penting yang dapat saya perolehi,Sekiranya kita merasakan diri kita hebat, walau bagaimana hebatpun diri kita, kehebatan itu adalah milik ALLAH. Sekiranya kita merasakan diri kita kaya, kekayaan itu juga adalah milik ALLAH. Setiap dugaan dan ujian adalah milik ALLAH. Diri kita juga adalah milik ALLAH, jadi bila-bila masa saja, kita akan kembali semula kepada Pencipta.

Namun walaupun kita sentiasa sedar dari mana datangnya diri kita, walaupun kita sedar dan tahu siapakah pencipta kita, namun adakalanya kita lupa, kerana itulah kita tidak redha atas setiap kehilangan yang berlaku dalam diri kita.

Mulut mengatakan redha, tetapi adakah hati kita selari dengan apa yang kita katakan?.

Inilah pelajaran yang telah saya pelajari. Saya mengatakan redha atas pemergian pakcik saya, tetapi saya masih menangis atas pemergiannya. Adakah saya benar-benar redha? . Jika mengikut pelajaran yang telah saya pelajari melalui kursus kuasa jiwa, sebenarnya saya telah gagal, saya masih belum cukup kuat untuk redha atas pemergian seseorang, walaupun sebelum ini, saya merasa benar-benar tabah dalam menghadapi segala dugaan.

Pengajaran yang saya perolehi, sangat mudah untuk menyebut perkataan redha. Tetapi untuk mengaplikasikannya ianya tidak semudah seperti kita menyebut perkataannya. Agaknya masih jauh perjalanan yang perlu saya tempuhi, dan masih banyak perkara yang perlu saya pelajari. Apa pun setiap ujian dan dugaan ianya akan membantu saya memperolehi kematangan dalam menghadapi kehidupan.

Akur saat pemisah semakin dekat

Tidak mudah mengajak orang berfikir dan merenung tentang hakikat mati yang pasti tiba itu. Semua akur bahawa saat pemisah itu tidak akan mungkir. Setiap detik berlalu bermakna kita makin dekat menghampirinya. Setiap majlis hari lahir yang disambut bermakna kian singkatlah baki umur. Hakikatnya, usia kita semakin berkurang, bukan bertambah.

Kehidupan sebenarnya semakin bermakna dan dihargai jika mati sering diingati. Lalu, silaplah tanggapan teman saya yang menelah artikel saya itu bernada kecewa dan pesimistik.

Kita juga tidak perlu diberitahu bila ajal bakal menjemput - misalnya dua bulan lagi, seperti mungkin pernah dialami individu yang kita kenal - sebelum kita dapat melihat kehidupan ini dari sudut pandang berbeza. Pesalah yang menunggu jerutan tali gantung mungkin mempunyai tempoh hayat lebih lama berbanding kita - saya atau anda!

Tertarik saya dengan ulasan seorang blogger terhadap buku Memaknai Kematian, karya Jalaluddin Rakhmat: " ... kebanyakan (buku tentang mati) dengan cara penyampaian yang "menyeramkan" dan "mengancam". Selalu terasa, kematian adalah sesuatu yang menakutkan. Mulai dari prosesnya sampai setelahnya. Alam kubur begitu seram kita bayangkan dengan serangkaian siksanya. Namun tidak dengan buku ini. Ia memberikan cara lain dalam penyampaian tentang apa itu kematian sekali gus menyajikan perspektif lain dalam memandang kematian.

"Dalam buku ini kematian diibaratkan dengan kamar mandi. Tempat menyucikan diri dari kotoran yang melekat pada tubuh. Karena itu adalah tempat untuk membersihkan, buat apa kemudian kita takut?"

Diceritakan cucu Rasulullah yang kesembilan, ketika mengunjungi seorang yang sakit parah. Orang yang sakit itu takut luar biasa menghadapi kematian. Wajahnya resah gelisah, sama sekali tak tampak kedamaian. "Wahai hamba Allah, kamu takut kematian karena kamu tidak memahami arti kematian. Sekarang katakan kepadaku, andaikan tubuhmu dilumuri kotoran, sehingga kamu merasa tidak enak dan merasakan kepedihan dalam seluruh tubuhmu. Lalu kamu membersihkannya di kamar mandi, sehingga kamu merasa bebas dari kotoran dan rasa sakit itu. Dalam kondisi demikian, apa yang hendak kamu lakukan: Ingin membersihkan diri dari kotoran itu atau kamu enggan mandi dan senang dalam keadaan kotor?" Orang yang sakit itu menjawab, "Wahai cucu Rasulullah, saya lebih baik memilih mandi membersihkan diri."

Tiada ulasan:

Kami di ijabkabulkan~~

......

.....

Daisypath - Personal picture

Daisypath Anniversary tickers

Puteri ku sayang

Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Doa setiap bingkisan ku. .panjangkanlah umur dan berikanlah kesihatan dan murahkanlah rezeki pada ibu ku..jadikan suami ku suami soleh anakku anak solehah..amin...pintaku selalu pada Mu Ya Allah...